Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal Vaksin CORBEVAX, Vaksin yang Diklaim Murah dan Mudah Diproduksi

Untuk menutup kesenjangan vaksinasi di kawasan miskin, co-direktur Texas Children’s Hospital Center for Vaccine Development di Baylor College of Medicine Maria Elena Bottazzi dan Peter Hotez mengembangkan vaksin CORBEVAX.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 25 Januari 2022  |  11:20 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Nama-nama vaksin Covid-19 seperti Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, Moderna hingga Pfizer tentu saja sudah tidak asing di telinga kita. Sebab sejauh ini, setidaknya vaksin-vaksin inilah yang banyak digunakan di seluruh dunia.

Akan tetapi, masih ada kesenjangan yang mencolok dalam akses global terhadap vaksin Covid-19 ini. Misalnya saja, di saat negara-negara kaya memberikan booster vaksin Covid-19 dan bahkan dosis keempat, ada negara-negara lain yang justru kesulitan untuk mendapatkan dosis pertama dan kedua dari vaksin Covid-19.

Untuk menutup kesenjangan vaksinasi tersebut, co-direktur Texas Children’s Hospital Center for Vaccine Development di Baylor College of Medicine Maria Elena Bottazzi dan Peter Hotez mengembangkan vaksin CORBEVAX.

Lalu bagaimana cara kerja vaksin ini, bagaimana merek ini dikembangkan serta apa bedanya dengan vaksin Covid-19 yang sudah ada sebelumnya? Berikut ulasan seputar vaksin CORBEVAX, melansir Civil Beat, Selasa (25/1/2022).

Bagaimana Cara Kerja Vaksin CORBEVAX?

Vaksin CORBEVAX merupakan vaksin subunit protein, yang menggunakan sepotong protein lonjakan yang tidak berbahaya dari virus corona yang menyebabkan Covid-19 untuk merangsang dan mempersiapkan sistem kekebalan tubuh untuk menghadapi virus di masa depan.

Berbeda dengan tiga vaksin seperti Moderna, Pfizer dan Johnson & Johnson yang saat ini disetujui di AS, dimana ketiga vaksin tersebut memberikan instruksi tubuh tentang cara memproduksi protein lonjakan, CORBEVAX mengirimkan protein lonjakan ke tubuh secara langsung.

Seperti vaksin mRNA Covid-19 lainnya, CORBEVAX juga membutuhkan dua dosis.

Bagaimana CORBEVAX Dikembangkan?

Maria Elena Bottazzi dan Peter Hotez, yang mengembangkan vaksin tersebut, selama wabah SARS 2003 telah menciptakan jenis vaksin yang serupa, dengan memasukkan informasi genetic untuk sebagian protein lonjakan virus SARS ke dalam ragi untuk menghasilkan protein dalam jumlah besar.

Setelah mengisolasi protein lonjakan virus dari ragi dan menambahkan adjuvant yang memicu proses imun, vaksin siap digunakan.

Untung saja pada saat itu epidemi SARS pertama tidak berlangsung lama, sehingga kebutuhan akan vaksin Bottazzi dan Hotez hanya sedikit, hingga virus SARS-CoV-2 muncul pada 2019. Oleh karena itu, mereka kemudian memperbarui protein lonjakan mereka, untuk menandingi SARS-CoV-2, dan terciptalah vaksin CORBEVAX.

Berdasarkan uji klinis besar yang berbasis di AS, vaksin tersebut aman, dapat ditoleransi dengan baik dan lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah infeksi simtomatik. Hingga saat ini, vaksin tersebut sudah mendapatkan izin penggunaan darurat di India, dan diharapkan negara-negara berkembang lainnya juga dapat memberikan izin penggunaan darurat bagi vaksin tersebut.

Apa Bedanya Vaksin CORBEVAX dengan Vaksin mRNA?

Vaksin subunit memiliki keunggulan dalam hal mereka dapat dengan mudah diproduksi menggunakan teknologi DNA rekombinan yang relatif lebih murah dan cukup mudah ditingkatkan, bila dibandingkan dengan vaksin mRNA. Teknologi rekombinan protein serupa yang sudah ada selama 40 tahun telah digunakan untuk vaksin Novavax Covid-19, yang saat ini digunakan di 170 negara dan vaksin hepatitis B rekombinan.

Tidak hanya itu, vaksin ini dapat diproduksi dalam skala yang jauh lebih besar karena fasilitas manufaktur yang sesuai telah tersedia. Perbedaan lainnya adalah CORBEVAX dapat disimpan di lemari es biasa sehingga sangat mungkin untuk bisa memproduksi jutaan dosis dengan cepat dan mendistribusikannya dengan relatif mudah.

Kemudian, perbedaan yang cukup mencolok adalah alasan vaksin ini dikembangkan, dimana vaksin dikembangkan dengan mempertimbangkan akses vaksin global. Tujuannya adalah untuk membuat vaksin yang murah, mudah diproduksi dan diangkut menggunakan metode yang telah teruji dan aman.

Selain itu, para peneliti tidak peduli terhadap kekayaan intelektual atau keuntungan finansial, serta diproduksi tanpa keuntungan finansial.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top