Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Studi: Vaksin Booster Hanya Efektif 4 Bulan, Ini Penjelasan CDC

Hasil studi Morbidity and Mortality Weekly Report Centers for Disease Control (CDC) mengungkapkan vaksin booster hanya efektif 4 bulan di tubuh. Simak penjelasannya!
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 19 Februari 2022  |  15:25 WIB
Ilustrasi pria menerima suntikan vaksin booster atau vaksin dosis ketiga - Freepik
Ilustrasi pria menerima suntikan vaksin booster atau vaksin dosis ketiga - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Pemberian vaksinasi dosis ketiga atau booster gencar dilakukan untuk menambah imun dari tubuh dari ancaman virus Covid-19, khususnya varian Omicron pada saat ini.

Namun, hasil studi terbaru menunjukan jika efektivitas vaksin booster hanya bertahan selama 4 bulan saja di tubuh manusia, seperti dilansir dari Webmd pada Sabtu (19/2/22).

Studi tersebut diterbitkan dalam Morbidity and Mortality Weekly Report Centers for Disease Control (CDC) mengamati 241.204 kunjungan gawat darurat dan 93.408 rawat inap di 10 negara bagian dari Agustus 2021 hingga 22 Januari 2022.

Peneliti menyebutkan selama varian Omicron mendominasi penularan Covid-19 di dunia, vaksin memberikan efektivitas 87 persen terhadap kunjungan ruang gawat darurat dan efektivitas 91 persen terhadap rawat inap dua bulan setelah mendapat suntikan booster.

Namun, empat bulan setelah suntikan booster, efektivitas vaksin turun menjadi 66 persen terhadap kunjungan UGD dan 78 persen terhadap rawat inap.

CDC mengatakan sekitar 10 persen orang mengalami peningkatan dan lebih dari setengahnya dirawat di rumah sakit berusia di atas 65 tahun.

"Studi ini tidak mengejutkan karena penelitian sebelumnya menunjukkan efektivitas vaksin dan booster berkurang seiring waktu, tetapi tampaknya efektivitas booster terhadap varian Delta lebih kuat daripada melawan Omicron," kata CDC seperti dikutip dari WebMD, Sabtu (19/2/2022).

Varian Omicron yang sangat menular sekarang menyumbang hampir 100 persen kasus positif Covid-19 di Amerika Serikat. Selain itu, dengan adanya studi tentang hal ini membuat semakin anggapan tentang vaksin digunakan sebagai salah satu cara untuk menjauhkan orang dari rumah sakit atau virus Covid-19 bukan kebal terhadapat virus tersebut.

Lebih lanjut, CDC Amerika Serikat menginfokan jika booster keempat boleh dicoba untuk para pasien yang kekebalannya tergangu setelah booster ketiga.

CDC juga mengubah panduannya untuk orang dengan gangguan kekebalan yang menerima vaksin Johnson & Johnson satu dosis, dengan mengatakan bahwa mereka harus mendapatkan dosis kedua setelah 28 hari. Pasien kemudian mendapatkan booster dari salah satu vaksin mRNA, yaitu Pfizer atau Moderna.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 Vaksin Booster omicron
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top