Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awas, Risiko Kena Diabetes Melitus Meningkat pada Orang yang Sembuh dari Covid-19

Penelitian terbaru dari Jerman menunjukkan bahwa orang yang mengalami Covid-19, meskipun ringan, berisiko mengalami kemunculan diabetes melitus tipe 2 setelah sembuh dari Covid-19.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 18 Maret 2022  |  06:00 WIB
Awas, Risiko Kena Diabetes Melitus Meningkat pada Orang yang Sembuh dari Covid-19
Ilustrasi pasien mengecek gejala diabetes - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Penelitian terbaru dari Jerman menunjukkan bahwa orang yang mengalami Covid-19, meskipun ringan, berisiko mengalami kemunculan diabetes melitus tipe 2 setelah sembuh dari Covid-19.

Dikutip dari keterangan edukator Covid-19 dokter Adam Prabata @adamprabata, Jumat (18/3/2022), bahwa peningkatan risiko tersebut  sebesar 28 persen dibandingkan dengan orang-orang yang mengalami infeksi saluran napas atas lainnya.

Penelitian dilakukan terhadap 35.865 pasien Covid-19, dan umumnya mereka mengalami gejala ringan. Penelitian ini juga didukung oleh 2 penelitian lainnya di Inggris dan Amerika Serikat (AS).

Kedua penelitian tersebut konsisten menunjukkan adanya peningkatan risiko atau kemungkinan munculnya diagnosis diabetes mellitus tipe 2 baru pada orang-orang yang sudah sembuh dari Covid-19, termasuk yang "hanya" mengalami gejala ringan.

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multietiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin.

Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin.

Diabetes tipe 2 adalah kondisi ketika kadar gula darah melebihi nilai normal akibat resistensi insulin.

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling sering terjadi. Kondisi yang berlangsung dalam jangka panjang ini lebih sering dialami oleh orang dewasa.

Insulin adalah hormon yang membantu gula (glukosa) masuk ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Pada diabetes tipe 2, tingginya kadar gula darah terjadi akibat sel tubuh tidak dapat menggunakan hormon insulin secara normal (resistensi insulin).

Di seluruh dunia, diperkirakan 1 dari tiap 11 orang dewasa terkena diabetes. Dari jumlah tersebut, 90 persen di antaranya menderita diabetes tipe 2.

Sedangkan di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menunjukkan, sekitar 1,5 persen atau 1 juta orang di Indonesia terdiagnosis diabetes. Angka ini diperkirakan lebih besar, karena masih banyak penduduk Indonesia yang belum terdiagnosis diabetes tipe 2.

Gejala dan Komplikasi Diabetes Tipe 2

Pasien diabetes tipe 2 dapat mengalami berbagai gejala, misalnya luka sulit sembuh, penglihatan kabur, dan mati rasa atau kesemutan di tangan atau kaki. Namun, gejala-gejala tersebut butuh waktu lama untuk muncul dan dirasakan penderitanya. Bahkan, kondisi ini berpotensi tidak disadari sampai komplikasi terjadi.

Beberapa komplikasi yang dapat dialami penderita diabetes tipe 2 adalah:

Penyakit jantung
Luka diabetik (ulkus diabetik)
Penyakit Alzheimer
Pengobatan dan Pencegahan Diabetes Tipe 2

Beberapa metode yang digunakan untuk menangani diabetes tipe 2 meliputi penerapan pola hidup dan pola makan yang sehat, serta pemberian obat atau insulin. Sambil tetap menjalani pengobatan, pasien perlu menjalani pemeriksaan gula darah dan kesehatan secara rutin.

Diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan pola hidup sehat, antara lain dengan berolahraga rutin, serta mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang. Meski demikian, pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan secara rutin, terlebih bila memiliki faktor risiko penyakit ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes Covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top