Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WHO Ungkap Alasan Kasus Covid-19 Meningkat di Seluruh Dunia

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap alasan mengapa kasus Covid-19 meningkat di seluruh dunia.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 23 Maret 2022  |  19:19 WIB
Warga Amerika Serikat memadati bandara saat periode libur Natal dan Tahun Baru meskipun kasus Covid-19 akibat Omicron melonjak - USA Today
Warga Amerika Serikat memadati bandara saat periode libur Natal dan Tahun Baru meskipun kasus Covid-19 akibat Omicron melonjak - USA Today

Bisnis.com, JAKARTA - Di saat semua orang menganggap bahwa pandemi Covid-19 telah berakhir, tiba-tiba lonjakan kasus Covid-19 terjadi di sebagian besar dunia, termasuk China, Korea Selatan, Hong Kong, dan negara-negara Eropa. Hal ini telah membuat para ahli dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) khawatir.

“Peningkatan ini terjadi meskipun ada pengurangan pengujian di beberapa negara, yang berarti kasus yang kami lihat hanyalah puncak gunung es,” kata kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dilansir dari Times of India, Rabu (23/3/2022). 

Selain itu, WHO juga mencatat beberapa faktor yang dapat mendorong peningkatan kasus Covid-19 di seluruh dunia. Simak berikut ini beberapa faktor pendorong yang mengakibatkan peningkatan kasus virus Corona. 

Varian ‘Stealth’ Omicron Bisa Mendorong Lonjakan

Stealth Omicron atau BA.2 adalah subvarian dari varian Omicron yang sangat cepat menular. Saat ini varian tersebut merupakan ‘varian yang sedang diselidiki’ di Inggris dan dikatakan sebagai kekuatan pendorong untuk lonjakan kasus Covid-19 di seluruh dunia.

Para ahli percaya bahwa subvarian BA.2 tidak memiliki mutasi kunci pada protein lonjakan, yang merupakan bagian integral dari proses pendeteksian, sehingga menyulitkan penyedia layanan kesehatan untuk melacaknya.

Sementara WHO belum mengumumkan putusan, diyakini bahwa BA.2 saat ini adalah varian yang paling menular sejauh ini. Kepala Teknis Covid-19 WHO Dr. Maria Van Kerkhove, sebelumnya mengatakan bahwa, “Omicron menularkan pada tingkat yang sangat intens. Kami memiliki sub-garis keturunan BA.1 dan BA.2. BA.2 lebih mudah menular dan ini adalah varian paling menular yang pernah kita lihat dari virus SARS-COV2 hingga saat ini.”

Lemah dalam Tindakan Pencegahan Menambah Kesengsaraan

Menurut badan kesehatan global, alasan lain untuk peningkatan mendadak kasus Covid-19 adalah pencabutan pembatasan dan pelonggaran kuncitara (lockdown). Dengan munculnya varian Omicron, negara-negara di seluruh dunia telah memberlakukan tindakan Covid-19 yang ketat. Namun, ketika kasus mulai menurun, untuk mengembalikan ekonomi ke jalurnya, para pejabat mencabut semua pembatasan.

“Ini telah menyebabkan peningkatan kasus virus corona,” ucap WHO.

Mitos dan Misinformasi Mengenai Vaksinasi Covid-19

Ghebreyesus mengatakan bahwa tingkat vaksinasi yang rendah di beberapa negara disebabkan oleh besarnya jumlah misinformasi. Selain itu, misinformasi tentang pandemi yang berakhir setelah Omicron mungkin juga telah menambah kekacauan.

“Dalam empat minggu terakhir, jumlah misinformasi tampaknya semakin buruk," ujar Dr. Maria Van Kerkhove pada Selasa (22/3/2022). 

Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO, Dr. Mike Ryan, memperingatkan agar kita tidak lengah.

“Gagasan ‘kita selesai dengan itu’ di belahan bumi utara dan harus menunggu sampai musim dingin berikutnya. Kita harus sangat waspada dan berhati-hati dengan ini,” katanya.

Langkah yang Harus Diambil Sekarang

Mengenakan masker, menjaga jarak sosial, dan menjaga kebersihan tangan dengan serius adalah kebutuhan saat ini. Kita tidak boleh mengabaikan kemungkinan munculnya varian lain dan berkurangnya kekebalan dari vaksin atau infeksi alami.

Tetap waspada, mengambil tindakan pencegahan dapat menahan penyebaran virus dan menjaga kelompok rentan tetap aman. Segera lakukan vaksinasi tepat waktu bila Anda sudah memenuhi syarat untuk dosis booster (dosis ke-3).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Covid-19 pandemi corona
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top