Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal Paxlovid, Obat Covid-19 dari Pfizer yang 90 persen Efektif Cegah Kematian

Obat Covid-19 Paxlovid 90 persen efektif mencegah rawat inap dan kematian pasien berisiko tinggi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Maret 2022  |  23:35 WIB
Obat Covid/19 buatan Pfizer, Paxlovid
Obat Covid/19 buatan Pfizer, Paxlovid

Bisnis.com, JAKARTA - Obat Paxlovid terbukti 90 persen efektif dalam mencegah rawat inap dan kematian pasien COVID-19 berisiko tinggi, menurut Associate Profesor dari Departemen Kimia di Universiti Putra Malaysia Bimo Ario Tejo.

Dia mengatakan Paxlovid juga mampu melawan VOC Sars Cov-2, termasuk Omicron. Paxlovid efektif untuk semua varian karena sasarannya adalah enzim protease virus yang laju mutasi-nya jauh lebih rendah dibanding mutasi pada bagian spike virus SARS-CoV-2.

"Dalam uji klinis, Paxlovid 90 persen efektif mencegah rawat inap dan kematian pasien berisiko tinggi," katanya, mengutip Antara, Minggu (27/3/2022).

Bahkan menurutnya, Paxlovid juga dapat menghambat virus corona lainnya seperti SARS dan MERS. Pada akhir Desember 2021, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah menyetujui otorisasi penggunaan darurat (Emergency Use Authrorization/EUA) Paxlovid dalam pengobatan COVID-19.

Dia menambahkan ketersediaan obat sebagai terapi oral khusus untuk SARS-CoV-2 ini sangat dibutuhkan untuk meminimalisir efek COVID pada tubuh dan mencegah rawat inap, kesakitan dan kematian.

Pihaknya menjelaskan Paxlovid aman dikonsumsi oleh pasien COVID usia 12 tahun ke atas dan berat 40 kg atau lebih.

Meski demikian, Bimo mengingatkan bahwa Paxlovid tidak efektif untuk pasien COVID-19 yang bergejala berat dan sudah dirawat di rumah sakit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pfizer Covid-19 Obat Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top