Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ibu Menyusui Boleh Berpuasa, Ini 4 Hal yang Harus Diperhatikan

Agar proses menyusui tetap lancar selama berpuasa Ramadan, berikut sejumlah hal yang harus diperhatikan oleh busui.
Aliftya Amarilisya
Aliftya Amarilisya - Bisnis.com 18 April 2022  |  15:40 WIB
Ilustrasi - Sheknows
Ilustrasi - Sheknows

Bisnis.com, SOLO - Sama seperti ibu hamil, ibu menyusui juga diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan. Dokter spesialis anak Melisa Lilisari mengatakan, puasa tidak akan menurunkan kualitas dan kuantitas ASI.

Hanya saja, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh ibu menyusui yang ingin berpuasa selama Ramadan.

"Dari segi kuantitas, sebenarnya suplai ASI itu tidak berkurang pada ibu menyusui selama pengosongan payudara tetap berlangsung," katanya, dr. Melisa, dikutip dari Antara pada Senin (18/4/2022).

Ia menambahkan,"[Namun] untuk memproduksi ASI dibutuhkan sejumlah energi, [yang mana] didapat dari makanan yang terakhir dimakan, yakni saat sahur. [Jadi] ibu harus sahur."

Selengkapnya, berikut sejumlah hal yang mesti diperhatikan oleh ibu menyusui yang ingin berpuasa.

1. Jangan abaikan nutrisi

Kurangnya asupan nutrisi dapat memengaruhi kualitas ASI yang dihasilkan oleh sang ibu. Untuk itu, konsumsilah makanan yang bergizi saat sahur dan berbuka.

Adapun asupan nutrisi yang dibutuhkan, antara lain karbohdirat kompleks, kalsium, protein, berbagai macam buah dan sayuran untuk mendapatkan asupan vitamin dan mineral.

"Apa yang harus dikonsumsi saat berpuasa sebenarnya kebutuhan kalori, protein, lemak dan mineral sama saat sebelum berpuasa. Hanya mungkin plot waktu yang diutamakan saat sahur dan berbuka," kata dr. Melisa.

2. Jaga tubuh tetap terhidrasi

Selain nutrisi, hal lain yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai dehidrasi. Adapun ciri atau tanda dehidrasi itu sendiri, antara lain jarang buang air kecil dan air urine berwarna kuning pekat serta berbau, sakit kepala, pandangan berkunang-kunang, lemas, mual dan muntah.

"Ini gejala-gejala yang berkaitan dengan dehidrasi berat. Bila terjadi, maka ibu bisa mengasumsikan dirinya dehidrasi berat, sehingga butuh cairan segera," ucap dr. Melisa.

3. Usia bayi

Perhatikan pula usia bayi, apakah usia ASI eksklusif (enam bulan pertama) atau sudah mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI).

"Ibu menyusui harus melihat juga usia bayi. Bayi yang berusia di bawah enam bulan dan masih mendapatkan ASI eksklusif mungkin berbeda kebutuhannya dengan bayi di atas usia itu yang sudah mendapatkan MPASI. Karena itu, apabila bayi di bawah usia 6 bulan, ibunya ingin berpuasa, sebaiknya konsultasikan dulu [dengan dokter]," kata dr. Melisa.

4. Perhatikan aktivitas harian

Perhatikan aktivitas harian dan faktor lingkungan. Semisal cuaca terlalu panas, sebisa mungkin ibu menyusui yang berpuasa menghindari aktivitas yang berlebihan di luar ruangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Puasa Ramadan ibu menyusui
Editor : Aliftya Amarilisya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top