Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Perbedaan Antara Panic Attack dan Anxiety Attack

Serangan panik tak terduga tidak memiliki pemicu eksternal yang jelas. Sementara serangan panik dan anxiety “terduga” dapat dipicu oleh hal serupa.
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 11 Mei 2022  |  18:35 WIB
Serangan panik - ilustrasi
Serangan panik - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Isu kesehatan mental kini banyak menjadi perhatian di hampir semua kalangan. Bahkan, berbagai informasi mengenai isu kesehatan mental sangat mudah ditemui di media sosial.

Derasnya arus informasi memudahkan kita mengenali berbagai jenis masalah kesehatan mental. Salah satu yang paling banyak disebut adalah Anxiety dan Panic Attack.

Sekilas,gejala yang ditimbulkan dari dua istilah masalah kesehatan mental ini memang terbilang sama. Yang menjadi pembedanya berada pada intensitas dan durasi saja.

Panic Attack

Melansir dari Healthline.com, Rabu (11/5/2022), panic attack digambarkan dengan kondisi datangnya serangan panik yang tiba-tiba dan melibatkan rasa takut yang intens dan seringkali luar biasa.

Umumnya, penderita Panic Attack akan disertai dengan gejala fisik yang sangat intens, seperti detak jantung yang berdebar kencang, sesak napas, atau mual. Pemicu kecemasan biasanya terkait dengan antisipasi situasi, pengalaman, atau peristiwa yang penuh tekanan. Ini mungkin datang secara bertahap.

Anxiety

Anxiety biasanya terkait dengan sesuatu yang dianggap sebagai pemicu stres atau ancaman. Anxiety dapat terjadi dengan kondisi ringan, sedang, atau berat. Misalnya, kecemasan mungkin terjadi di benak Anda saat Anda melakukan aktivitas sehari-hari. 

Penyebab

Serangan panik tak terduga tidak memiliki pemicu eksternal yang jelas. Sementara serangan panik dan Anxiety “terduga” dapat dipicu oleh hal serupa. Diantara beberapa pemicu umumnya ialah:

1. pekerjaan yang menegangkan

2. menyetir

3. situasi sosial

4. fobia, seperti agorafobia (takut keramaian atau ruang terbuka), claustrophobia (takut ruang kecil), dan akrofobia (takut ketinggian)

5. pengingat atau kenangan pengalaman traumatis

6. penyakit kronis, seperti penyakit jantung , diabetes , sindrom iritasi usus , atau asma

7. sakit kronis

8. penarikan dari obat-obatan atau alkohol

9. kafein

10.hingga masalah tiroid

Faktor risiko

Kecemasan dan serangan panik memiliki faktor risiko yang sama, diantaranya:

1. Mengalami trauma atau menyaksikan peristiwa traumatis, baik sebagai seorang anak atau sebagai orang dewasa

2. Mengalami peristiwa kehidupan yang penuh tekanan, seperti kematian orang yang dicintai atau perceraian

3. Mengalami stres dan kekhawatiran yang berkelanjutan, seperti tanggung jawab pekerjaan, konflik dalam keluarga, atau kesengsaraan keuangan.

Untuk mendapatkan penanganan lanjutan, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter Anda. Adapun beberapa hal yang bisa Anda lakukan dirumah guna mengurangi gejala serangan kepanikan dan kecemasan yang muncul.

Ambil napas dalam-dalam secara perlahan

Saat Anda merasakan napas Anda semakin cepat, fokuskan perhatian Anda pada setiap tarikan dan embusan napas. Rasakan perut Anda terisi udara saat Anda menarik napas. Hitung mundur 4 hitungan saat Anda mengeluarkan napas. Ulangi sampai napas Anda melambat.

Kenali dan terima apa yang Anda alami

Jika Anda pernah mengalami kecemasan atau serangan panik, Anda tahu bahwa itu bisa memicu serangan kecemasan dan kepanikan. Ingatkan diri Anda bahwa gejalanya akan berlalu dan Anda akan baik-baik saja.

Latih kesadaran

Perhatian penuh adalah teknik yang dapat membantu Anda menenangkan pikiran Anda. Anda dapat melatih perhatian dengan secara aktif mengamati pikiran dan sensasi tanpa bereaksi terhadapnya.

Gunakan teknik relaksasi

Teknik relaksasi meliputi guided imagery, aromaterapi, dan relaksasi otot. Jika Anda mengalami gejala kecemasan atau serangan panik, cobalah melakukan hal-hal yang menurut Anda menenangkan. Tutup mata Anda, mandi dengan air hangat dan hal lainnya yang memiliki efek relaksasi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips sehat Revolusi Mental kesehatan mental
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top