Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenali Penyakit Tangan, Kaki, Mulut atau HFMD pada Anak, Gejala dan Pencegahannya

Dr. Arifianto, Sp.A(K) menjelaskan HFMD pada anak penyebabnya adalah infeksi virus keluarga Enterovirus, tersering Coxsackie virus. Infeksi virus pastinya tidak butuh antibiotik.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 16 Juni 2022  |  15:40 WIB
Kenali Penyakit Tangan, Kaki, Mulut atau HFMD pada Anak, Gejala dan Pencegahannya
Anak Sakit - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA — HFMD kepanjangannya hand, foot, and mouth disease. Meskipun hanya tiga tempat yang disebutkan, kelainan kulit yang timbul bisa terlihat sampai ke selangkangan dan bagian tubuh lain (siku, lutut, bahkan sekitar tengkuk). Umumnya ringan dan sembuh sendiri.

Dr. Arifianto, Sp.A(K) melalui akun Twitter @dokterapin, menjelaskan mengenai HFMD pada anak. Penyebabnya adalah infeksi virus keluarga Enterovirus, tersering Coxsackie virus. Infeksi virus pastinya tidak butuh antibiotik.

HFMD sembuh sendiri, tanpa perlu antivirus atau apapun. Virus menyebar lewat bersin, percikan ludah, atau tangan yg menyentuh objek terkontaminasi

Maka hindari penggunaan gelas/alat makan dan sikat gigi bersama, serta kontak dengan tinja anak yang mengandung virus. Selalu cuci tangan setelah menceboki anak, begitu juga anak yang harus selalu mencuci tangan setelah BAB

Coxsackie virus ada di bintil/lenting di lapisan dalam mulut dan permukaan kulit lainnya, dan di dalam saluran cerna. Penularan termudah di tempat-tempat yang padat penduduk anaknya seperti Daycare, TK, SD, dan tempat bermain (playground) di mal. Wajar pasca lebaran terjadi "ledakan" kasus.

Gejala awal bisa disertai demam (tidak selalu), lalu muncul bintil/lenting yg makin banyak di sekitar mulut dan rongganya, telapak tangan, telapak kaki, siku, lutut, sampai sekitar kemaluan dan lipat paha. Bintil dan lenting bisa menyebar sampai 7 hari, lalu perlahan menghilang.

Bedakan dengan cacar air alias varisela. Cacar air menyebar hingga ke wajah dan kulit kepala, lalu punggung dan dada. HFMD tidak seluas ini penyebarannya. Kalaupun varisela, sama-sama tidak perlu obat, karena virus yang akan sembuh sendiri. Usia rentan < 10 tahun sehingga pada orang dewasa sangat jarang terjadi.

Obatnya adalah dengan banyak minum agar tidak dehidrasi. Boleh berikan es krim atau minuman dingin agar lebih nyaman. Demam dan nyeri sendi sesaat bisa diredakan dengan parasetamol namun inipun tidak harus dan cobalah lebih fokus pada isolasi anaknya.

Untuk mencegah penularan makin luas, isolasi anak sampai 10-14 hari.  Hampir tidak ada komplikasi, meskipun kepustakaan mencatat risiko meningitis/ ensefalitis yang sangat rendah. Prinsipnya sama dengan semua penyakit: amati ada/tidaknya kegawatan.

Sampai saat ini belum ada vaksinnya. Meskipun kadang tampak "menyeramkan" tapi jangan panik dan tetap menjaga kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak Gejala Penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top