Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apa Itu Anoreksia Nervosa, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Ada banyak gejala dari penderita anoreksia. Gangguan ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian, dan tercatat sebagai salah satu tingkat kematian tertinggi dari setiap penyakit kejiwaan.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 17 Juni 2022  |  18:53 WIB
Apa Itu Anoreksia Nervosa, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya
Apa Itu Anoreksia Nervosa, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Bisnis.com, JAKARTA — Anda mungkin sudah familiar dengan istilah penyakit Anoreksia, yakni gangguan makan yang kompleks dan serius.

Gangguan ini dilaporkan menyerang 4% wanita dan 0,3% pria di dunia.

Penyakit ini cenderung mirip diet dengan cara yang tidak normal. Dikutip dari Health Diggest, orang dengan kondisi ini sangat pemilih  dengan apa yang mereka makan dan berapa berat badannya, hingga seringkali mengganggu kehidupan mereka sehari-hari.

Mereka berusaha keras untuk menurunkan dan mencegah penambahan berat badan.

Ada banyak gejala dari penderita anoreksia. Gangguan ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian, dan tercatat sebagai salah satu tingkat kematian tertinggi dari setiap penyakit kejiwaan.

Tanda dan Gejala Anoreksia

Salah satu gejala utama anoreksia adalah diet berlebihan, yang seringkali membuat orang hingga kelaparan. Orang dengan anoreksia kehilangan banyak berat badan.

Mereka juga memiliki ketakutan terhadap kenaikan berat badan dan mwmiliki persepsi yang menyimpang tentang ukuran dan bentuk tubuh.

Orang dengan anoreksia sering melakukan perilaku ekstrem dan obsesif seperti menghitung kalori, tidak mau makan, mengurangi makanan tertentu, atau bahkan menggunakan obat pencahar untuk mengontrol berat badan mereka. Gejala lain dari anoreksia termasuk masalah pencernaan, rambut rontok, kelemahan otot, dan tekanan darah rendah dan detak jantung tidak beraturan.

Beberapa pasien mengalami rambut halus tumbuh di berbagai bagian tubuh seperti punggung atau sisi wajah mereka. Ini adalah cara tubuh menyimpan panas ketika sistem vital mulai mati akibat kekurangan gizi.

Risiko Anoreksia

Menurut statistik, anoreksia biasanya dimulai pada masa remaja dan sebagian besar mempengaruhi wanita. Hal ini diperkuat oleh fakta bahwa secara umum ada lebih banyak tekanan sosial memandang wanita dengan cara tertentu daripada pria.

Lingkungan tertentu dapat meningkatkan risiko anoreksia. Misalnya, lingkungan yang memaksa orang untuk tampil sempurna seperti kalangan model dan atlet. 

Perawatan untuk Anoreksia

Meskipun anoreksia mengancam jiwa, namun bisa disembuhkan jika ditangani lebih awal.

Lebih dari 50% orang yang menerima pengobatan pada masa remaja sembuh dari penyakit ini. Perawatan biasanya terdiri dari terapi bicara dan penambahan berat badan yang diawasi.

Perawatan berbasis keluarga (FBT), juga dikenal sebagai metode Maudsley, adalah intervensi rawat jalan untuk anoreksia, terutama untuk remaja. Pengobatan ini mengkonseptualisasikan keluarga sebagai pemeran kunci baik dalam etiologi dan pengobatan gangguan tersebut. Orang tua dan anggota keluarga lainnya biasanya terlibat dalam sesi terapi.

Terapi perilaku kognitif (CBT) adalah intervensi lain yang efektif dan berbasis bukti yang membantu mengatasi gangguan kognisi, keyakinan, dan perilaku di balik anoreksia. Pasien belajar bagaimana mengatasi emosi mereka, mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang nutrisi, dan mengembangkan kebiasaan makan yang lebih sehat.

Tujuan terapi adalah untuk membantu individu memahami apa yang mendorong penyakit mereka dan merasa lebih nyaman dengan makanan dan tubuh mereka sehingga mereka dapat mencapai berat badan yang sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diet sakit jiwa
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top