Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyebab dan Gejala Sirosis Hati

Berbagai macam penyakit dan kondisi dapat merusak hati dan menyebabkan sirosis. Beberapa penyebabnya antara lain
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 20 Juli 2022  |  18:48 WIB
Penyebab dan Gejala Sirosis Hati
Ilustrasi sirosis hati - gleneagleshospital
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Sirosis adalah tahap akhir jaringan parut (fibrosis) hati yang disebabkan oleh berbagai bentuk penyakit dan kondisi hati, seperti hepatitis dan alkoholisme kronis.

Kerusakan hati yang disebabkan oleh sirosis umumnya tidak dapat diperbaiki, maka dari itu penting untuk mengetahui penyebab dan gejala sirosis hati.

Dalam prosesnya, jaringan parut terbentuk. Seiring perkembangan sirosis, semakin banyak jaringan parut yang terbentuk, sehingga membuat hati sulit untuk berfungsi (sirosis dekompensasi). Sirosis dapat mengancam jiwa, tetapi jika sirosis hati didiagnosis lebih awal dan penyebabnya diobati, kerusakan lebih lanjut dapat dibatasi.

Dilansir dari Mayo Clinic, berbagai macam penyakit dan kondisi dapat merusak hati dan menyebabkan sirosis. Beberapa penyebabnya antara lain:

  1. Penyalahgunaan alkohol kronis
  2. Hepatitis virus kronis (hepatitis B, C dan D)
  3. Lemak menumpuk di hati (penyakit hati berlemak nonalkohol)
  4. Penumpukan zat besi dalam tubuh (hemokromatosis)
  5. Cystic fibrosis
  6. Tembaga terakumulasi di hati (penyakit Wilson)
  7. Saluran empedu yang tidak terbentuk dengan baik (atresia bilier)
  8. Defisiensi antitripsin alfa-1
  9. Gangguan metabolisme gula yang diturunkan (galaktosemia atau penyakit penyimpanan glikogen)
  10. Gangguan pencernaan genetik (sindrom Alagille)
  11. Penyakit hati yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh Anda (hepatitis autoimun)
  12. Penghancuran saluran empedu (sirosis bilier primer)
  13. Pengerasan dan jaringan parut pada saluran empedu (primary sclerosing cholangitis)
  14. Infeksi, seperti sifilis atau brucellosis
  15. Obat-obatan, termasuk metotreksat atau isoniazid

Sirosis sering kali tidak memiliki tanda atau gejala. Ketika gejala tersebut memang terjadi, maka tanda-tandanya sebagai berikut:

  1. Kelelahan
  2. Mudah berdarah atau memar
  3. Kehilangan selera makan
  4. Mual
  5. Pembengkakan di kaki atau pergelangan kaki (edema)
  6. Penurunan berat badan
  7. Kulit yang gatal
  8. Perubahan warna kuning pada kulit dan mata (jaundice)
  9. Akumulasi cairan di perut Anda (asites)
  10. Pembuluh darah seperti laba-laba di kulitmu
  11. Kemerahan di telapak tangan
  12. Kebingungan, kantuk dan bicara cadel (ensefalopati hepatik)
  13. Untuk wanita, tidak menstruasi namun bukan karena menopause
  14. Untuk pria, kehilangan gairah seks, pembesaran payudara (ginekomastia) atau atrofi testis

Kurangi risiko sirosis Anda dengan mengambil langkah-langkah berikut untuk merawat hati Anda:

  1. Jangan minum alkohol jika Anda memiliki penyakit hati.
  2. Makan makanan yang sehat. Pilih pola makan nabati yang penuh dengan buah-buahan dan sayuran. Pilih biji-bijian dan sumber protein tanpa lemak. Kurangi jumlah makanan berlemak dan gorengan yang Anda makan.
  3. Pertahankan berat badan yang sehat. Kelebihan jumlah lemak tubuh dapat merusak hati Anda. Bicaralah dengan dokter Anda tentang rencana penurunan berat badan jika Anda mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
  4. Kurangi risiko hepatitis. Berbagi jarum suntik dan berhubungan seks tanpa kondom dapat meningkatkan risiko hepatitis B dan C.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

liver Gejala Penyakit penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top