Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perbedaan Nyeri Dada Karena GERD dan Jantung

Prof. Zubairi Djoerban melalui akun Instagram @profesorzubairi menjelaskan mengenai perbedaan nyeri dada GERD dan nyeri dada penyakit jantung.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 24 Juli 2022  |  09:21 WIB
Perbedaan Nyeri Dada Karena GERD dan Jantung
Ilustrasi sakit dada - Freepik.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Nyeri dada dapat mengganggu keseharian Anda dan terkadang sulit untuk membedakan penyebab nyeri dada yang terjadi. Penting untuk mengetahui apakah nyeri dada yang Anda rasakan disebabkan oleh GERD atau masalah jantung.

Prof. Zubairi Djoerban melalui akun Instagram @profesorzubairi menjelaskan mengenai perbedaan nyeri dada GERD dan nyeri dada penyakit jantung.

Biasanya, nyeri dada karena penyakit jantung dipicu oleh exercise atau latihan fisik. Contohnya adalah jika melakukan aktivitas fisik yang cukup berat seperti naik tangga atau jalan cepat. Memiliki faktor risiko lainnya seperti diabetes, usia lanjut, atau darah tinggi.

Jika nyeri dada karena GERD akan disertai dengan masalah lambung yang menyebabkan mual, mudah kenyang, masalah tidur terganggu dan ada kaitannya dengan asma.

Dilansir dari Healthline, orang dengan GERD akan mengalami nyeri dada sementara yang parah saat menarik napas dalam-dalam atau batuk. Perbedaan ini adalah kuncinya. Sedangkan tingkat intensitas nyeri jantung tetap sama saat Anda menarik napas dalam-dalam.

Penting untuk mengetahui apakah nyeri dada Anda berubah intensitasnya atau hilang saat Anda mengubah posisi tubuh. Ketegangan otot dan nyeri dada terkait GERD cenderung terasa lebih baik saat Anda menggerakkan tubuh.

Gejala refluks asam, termasuk nyeri dada dan mulas, akan menjadi jauh lebih baik saat Anda meluruskan tubuh ke posisi duduk atau berdiri. Membungkuk dan berbaring dapat memperburuk gejala GERD terutama setelah makan.

Sedangkan pada nyeri dada jantung akan terus terasa sakit, terlepas dari posisi tubuh Anda. Tapi, ini tergantung pada tingkat keparahan rasa sakitnya.

Nyeri dada yang sering disertai mulas dapat diobati dengan inhibitor pompa proton (PPI). PPI adalah jenis obat yang mengurangi produksi asam di perut Anda. Percobaan obat PPI yang berkepanjangan dapat membantu meringankan gejala sehingga nyeri dada yang tidak berhubungan dengan jantung akan membaik.

Dokter Anda juga akan merekomendasikan untuk membatasi jenis makanan tertentu yang dapat memicu gejala, seperti makanan yang digoreng, makanan pedas, dan buah jeruk.

Orang dengan nyeri dada dapat memiliki pemicu makanan yang berbeda, sehingga dapat perlu untuk mengingat apa yang Anda makan sebelum Anda mengalami mulas.

Jika Anda merasa nyeri dada Anda berhubungan dengan jantung, carilah perawatan darurat. Perawatan Anda akan tergantung pada apa yang ditentukan oleh dokter Anda sebagai penyebabnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gerd jantung nyeri punggung sakit
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top