Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tema Batik dalam Karya Desain Interior

The  Tales  of  Batik adalah karya desain interior yang mengusung tema batik.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 02 Oktober 2022  |  20:54 WIB
Tema Batik dalam Karya Desain Interior
Desain interior batik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Batik  merupakan  salah  satu warisan  budaya  Indonesia yang ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan Karya Agung Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO.

Biasanya, batik diaplikasikan pada baju, sepatu dan tas. Uniknya, ada sebuah bangunan yang bertema batik.

Karya  desain  interior  kantor  berjudul  “The  Tales  of  Batik”  itu, mengusung  Batik sebagai elemen utama dalam desainnya. Karena keunikannya, interior tersebut berhasil meraih penghargaan tingkat dunia.

Ada 4 penghargaan sekaligus berhasil diraih untuk karya ini, di antaranya adalah, iF  Design Award 2022 (Hannover, Germany) Category Offices/Workspaces dan Asia Pacific  Property Awards  2022  (London,  U K)  dengan predikat “5-Star Winner &  Best Office Interior Indonesia”.

Selain  itu,  karya  ini  juga  berhasil  mendapatkan  Greenship  Certification  dengan  predikat Platinum (tertinggi) dari Green Building Council Indonesia (sebagai bagian dari World Green Building Council) dan dicatat sebagai rekor oleh M U R I sebagai Perusahaan Pusat Panggilan Pertama Yang Mendapatkan Sertifikat Platinum Greenship Interior Space.

Karya tersebut merupakan karya desainer-desainer yang tergabung dalam Arkadia Works, firma desain dengan spesialisasi Office Interior asal Indonesia.

The Tales of Batik, merupakan konsep desain yang diterapkan untuk kantor Concentrix. Dalam karya ini, Arkadia mengangkat beberapa motif batik nusantara yang dijadikan elemen interior diantaranya Batik Megamendung dari Cirebon, Batik Kawung Mataram dari Yogyakarta, Batik Tasikan  dari  Tasikmalaya,  Batik  Gumin  Tambun dari Kalimantan Tengah,  Batik  Parang dari Jawa Tengah, dan Motif Tenun Anatau dari Nusa Tenggara Timur.

CEO Arkadia  Works,  Wiza  Hidayat mengatakan, konsep desain ini terinspirasi dari strategi bisnis  Concentrix,  “Global  Consistency.  Local  Intimacy”.  Concentrix  sebagai  perusahaan multinational dengan layanan bisnis global yang memiliki spesialisasi customer engagement ingin menyampaikan pengalaman pelanggan dalam bahasa dan budaya lokal.

“Kami mengusung konsep ini sesuai dengan kebutuhan pelanggan kami yang menginginkan konsep “ Local  Intimacy”  untuk  diangkat  menjadi  tema  yang  sejalan  dengan  strategi  bisnis mereka. Kami datang dengan mengangkat warisan budaya Indonesia sebagai konsep desain dimana Batik tersebut menjadi bintang-bintangnya dalam desain ini” , ujar Wiza Hidayat dikutip dari keterangan resminya.

Terletak di Lippo Mall Plaza Yogyakarta, Concentrix membangun kantor dengan desain Fresh, Modern,  Fun,  dan  Colourful  untuk  menginspirasi  karyawan  mereka  yang  didominasi  oleh millennial dengan rentang usia 23-35 tahun.

Kantor seluas 1.750 m² ini didesain dengan paduan elemen-elemen desain interior modern dan tradisional khas lokal seperti Batik, Wayang, Anyaman Bambu, Batu Alam, dan elemen-elemen tradisional lainnya yang merepresentasikan identitas lokal Indonesia.

Hal  ini  kemudian  menjadi  menarik  karena  meski  menggunakan  elemen-elemen  tradisional dalam desainnya, kantor Concentrix tetap terlihat modern dengan paduan warna-warna terang serta furnitur dan teknologi terkini di dalam kantor.

“Kami   secara   konsisten   memasukkan   unsur-unsur   budaya   Indonesia   didalam   setiap karya-karya kami, dan tentunya kami sangat bangga bisa mengambil bagian dalam menjaga warisan budaya Indonesia melalui karya-karya kami” , ujar Wiza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batik Desain Interior penghargaan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top