Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gas Air Mata Bisa Sebabkan Kematian, Ini Cara Penanganan dan Pengobatannya

Bahaya gas air mata bisa menimbulkan beragam masalah termasuk kematian, berikut cara menanganinya
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  13:43 WIB
Gas Air Mata Bisa Sebabkan Kematian, Ini Cara Penanganan dan Pengobatannya
Polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata ke keramaian untuk membubarkan pengunjuk rasa yang memprotes undang-undang keamanan nasional dalam peringatan penyerahan Hong Kong ke China dari Britain di Hong Kong, China, Rabu (1/7/2020)./ANTARA - REUTERS/Tyrone Siu
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketika kerusuhan terjadi, aparat kemenangan biasanya melepaskan tembakan gas air mata. CDC menyebut gas air mata merupakan  senyawa kimia yang bisa menyebabkan beberapa indera tidak berfungsi sementara.

Ini bisa picu iritasi kulit, mata, paru-paru, tenggorokan, mulut dan mata.

Tingkat kerusakan ataupun keracunan akibat paparan gas air mata bergantung pada banyaknya seseorang terpapar gas ini. Kecepatan iritasinya bisa dihitung beberapa detik setelah terpapar. 

Gejala yang timbul, menurut CDC biasanya berupa:

  1. Pada mata, terjadi robek, terbakar, penglihatan kabur dan kemerahan
  2. Pada hidung, mepet, terbakar dan bengkak
  3. Pada mulut, terbakar, iritasi, kesulitan menelan dan menyebabkan keluarnya air liur
  4. Pada paru-paru akan sebabkan sesak napas, batuk, dada sesak, dan rasa tercekik
  5. Pada kulit akan timbul ruam dan luka bakar

Gejala lainnya bisa berupa mual dan muntah. Kabar baiknya, gejala-gejala ini biasanya berjangka waktu pendek, yaitu sekitar 15 hingga 30 menit pasca paparan.

Tetapi, ada efek jangka panjang seperti kebutaan, katarak, glaukoma, asma, hingga kematian akibat kegagalan pernapasan dan luka bakar kimia paru di tenggorok dan paru. Hal ini berlaku jika gas air mata ditembakkan di area tertutup dan dalam dosis besar.

Lalu bagaimana penanganan akibat terpapar gas air mata? Berikut cara penanganan dan pengobatan terkena gas air berdasarkan CDC!

Jika gas air mata ditembakkan di dalam ruangan, lakukanlah saran berikut:

  1. Hindari area tempat gas tersebut ditembakkan dan cari udara segar
  2. Menjauh dari kepulan asap tebal 
  3. Pergi ke tempat yanh tinggi, sebab gas airmata bergerak menuju tanah
  4. Berupaya keluar dari ruangan tertutup tersebut.

Jika sudah terlanjur terpapar, lakukanlah saran berikut:

  1. Cepat tanggalkan pakaian yang dikenakan secepat mungkin
  2. Pakaian yang cara melepasnya dengan melalui kapala, jangan melepas pakaian melalui kepala, tetapi potong atau gunting saja
  3. Hindari menyentuh area yang terkontaminasi 
  4. Cuci pakaian dengan air dan sabun yang banyak, karena air dan sabun bisa melindungi kulit dari bahan kimia
  5. Jika terkena mata, bukanlah dengan air biasa yang steril selama 10 hingga 15 menit
  6. Mandi dan bersihkan diri dengan air dan sabun untuk menghilangkan bahan kimia yang menempel di kulit
  7. Lepaskan kontak lensa, jangan digunakan kembali
  8. Cuci kaca mata dan perhiasan yang terpapar dengan air dan sabun
  9. CDC bahkan menyarankan untuk membuang pakaian yang terkena paparan gas air mata.

Pengobatan akibat paparan gas air mata 

  1. Menghirup udara segar, sebab oksigen dalam darah dapat membentuk menghentikan luka bakar kimia, sehingga lukanya tidak semakin parah
  2. Obat untuk asma, seperti bronkodilator dan steroid untuk orang yang alami kesulitan bernapas 
  3. Membilas mata dengan air bersih dan steril 
  4. Untuk luka bakar pada kulit, harus diobati dengan teknik manajemen luka bakar standar dan penggunaan perban
  5. Jika terkena paparan gas air mata dalam dosis yang tinggi, serta dalam ruangan yang bisa timbulkan berbagai kondisi serius hingga kematian, segara datangi fasilitas kesehatan terkait.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas air mata gas bahan kimia
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top