Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkes: Bocah Terkena Polio di Aceh Belum Pernah Diimunisasi

Kemenkes menyatakan pasien kasus polio di Aceh belum pernah diimunisasi dan tidak punya riwayat perjalanan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 November 2022  |  23:45 WIB
Kemenkes: Bocah Terkena Polio di Aceh Belum Pernah Diimunisasi
Tenaga medis dari Suku Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta memberikan vaksin Polio kepada balita korban vaksin palsu saat pelaksanaan vaksinasi ulang di Puskesmas Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Senin (18/7). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS mengatakan kasus anak 7 tahun terinfeksi virus polio di Desa Mane, Kabupaten Pidie, Aceh, tidak memiliki riwayat imunisasi.

"Anak itu mengecil pada bagian otot paha dan betis dan memang tidak ada riwayat imunisasi, tidak memiliki riwayat perjalanan kontak dan tidak ada perjalanan ke luar," kata Maxi dikutip dari Antara.

Maxi mengatakan anak tersebut memiliki gejala lumpuh di kaki kiri, dan demam serta flu mulai 6 Oktober 2022. Kemudian mengalami onset lumpuh dan dilarikan ke RSUD TCD Sigil pada 18 Oktober 2022.

Dokter anak mencurigai kasus polio, lalu mengambil spesimen dikirim ke Provinsi Aceh hingga ke untuk diterima di BKPK. Melalui hasil RT PCR ada infeksi virus polio tipe 2 dan tipe 3 sabin.

"Sampel kemudian dikirimkan Biofarma untuk sekuensing dan ternyata memang betul dia tipe 2," kata Maxi.

Maxi mengatakan kondisi anak tersebut sudah dapat jalan, meskipun masih tertatih. Tapi Maxi menekankan bahwa terjangkit virus polio tidak ada obatnya, melainkan upaya fisioterapi untuk mempertahankan masa ototnya.

Faktor lingkungan yang tercemar virus polio juga berpengaruh. Maxi mengatakan lingkungan di belakang tempat main anak tersebut hampir semua di bangun MCK. Namun hasil buangannya menuju sungai-sungai kecil.

"Kita sudah ambil sampel, tinggal menunggu sampel air berapa titik kita sudah ambil. Jadi perilaku buang air besar sembarangan itu punya potensi, kemungkinan penularannya faktor risiko yang paling kami lihat ada di sana," kata dia.

Kini, pihaknya menginvestigasi kasus dan lingkungan, advokasi dengan pemerintah daerah dan berkonsultasi dengan WHO dan UNICEF. Pemerintah juga melakukan kembali pelatihan surveilans untuk Puskesmas, juga pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin polio Virus Polio klb
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top