Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Perbedaan Kifosis dan Lordosis, dan Cara Mencegahnya

Jangan salah arti, ini perbedaan kifosis, lordosis dan skoliosis yang merupakan penyakit kelainan tulang.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 07 Desember 2022  |  17:08 WIB
Perbedaan Kifosis dan Lordosis, dan Cara Mencegahnya
Kifosis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kifosis, lordosis, flatback hingga skoliosis menjadi contoh kelainan dari kelengkungan tulang belakang. Namun, masih banyak orang bingung soal perbedaan antara kifosis dan lordosis. 

Meski keduanya memiliki perbedaan, namun dengan kelainan tulang belakang tersebut tentu semuanya dapat menyebabkan masalah yang dapat muncul sebagai nyeri, kaku, kesulitan dalam keseimbangan, dan postur tubuh yang tidak normal.

Lantas, sebenarnya apa perbedaan dari kifosis dan lordosis? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya. 

1. Kifosis 

Melansir dari Very Well Health, kifosis sendiri adalah jenis kelainan bentuk tulang belakang di mana ada kelengkungan tulang belakang yang berlebihan ke depan, yang mengakibatkan bungkuk yang tidak normal. Adapun, kifosis memiliki tiga jenis, yaitu kifosis postural yang terjadi karena postur tubuh yang buruk atau membungkuk.  

Lalu, ada kifosis scheuermann yang terjadi karena kelainan struktural yang parah di tulang belakang. Lekukan umumnya tajam dan kaku. Sementara, kifosis bawaan telah hadir sejak lahir. 

Terakhir, kifosis kongenital terjadi akibat perkembangan tulang belakang yang tidak normal saat bayi berada di dalam kandungan.

2. Lordosis

Sedangkan, menurut Medicine Net, lordosis adalah jenis kelainan bentuk tulang belakang di mana ada kelengkungan tulang belakang yang berlebihan, sehingga perut tampak menonjol ke depan, sedangkan area pinggul tampak terdorong ke belakang yang memiliki lima jenis utama.

Pertama, lordosis postural, yang terjadi karena kelebihan berat badan dan kurangnya pengondisian pada otot-otot inti (perut dan punggung).

Kedua, lordosis traumatis, yakni akibat  cedera tulang belakang yang menyebabkan kelengkungan tulang belakang ke depan.

Ketiga, hyperlordosis laminektomi pasca operasi yang berarti tulang belakang melengkung ke depan secara berlebihan. Ini dapat terjadi setelah operasi laminektomi yang melibatkan pengangkatan bagian vertebra (tulang belakang).

Keempat, lordosis neuromuskuler yang disebabkan berbagai penyakit saraf dan otot serta lordosis sekunder akibat kontraktur fleksi pinggul, di mana jenis lordosis ini terjadi karena kontraktur fleksi pinggul (kelainan pada sendi panggul).

Pengobatan Kifosis

Pengobatan kifosis sangatlah bervariasi tergantung dari berbagai faktor seperti penyebab dan tingkat keparahan kyphosis serta usia dan kondisi umum pasien. Kyphosis postural dapat dikelola dengan koreksi postural.

Selain meresepkan obat untuk nyeri, dokter fisik juga akan melakukan terapi fisik ditambah dengan observasi mungkin diperlukan dalam banyak kasus. Tak hanya itu, biasanya para ahli  merekomendasikan pemakaian brace pada beberapa pasien. Pembedahan dapat dilakukan bila pengobatan konservatif tidak dapat mengendalikan gejala atau bila kifosis parah.

Pengobatan Lordosis

Pengobatan lordosis juga tergantung pada faktor-faktor seperti penyebab dan tingkat keparahan lordosis. Perhatian medis diperlukan karena lordosis yang diabaikan dapat menyebabkan komplikasi serius. Dokter mungkin meresepkan obat pereda nyeri dan terapi fisik. Pembedahan dapat dilakukan pada lordosis berat atau bila ada keterlibatan saraf.

Pencegahan Kifosis dan Lordosis

Kifosis dan lordosis yang berhubungan dengan postur dapat dicegah dengan mempraktekkan postur tubuh yang tepat dan menyadari kesehatan punggung Anda.

Tindakan pencegahan tambahan meliputi:

1. Hindari membungkuk, dan duduk dengan benar (duduk tegak, pastikan punggung ditopang).

2. Hindari ransel berat yang memberi tekanan pada otot punggung dan ligamen. Menurut Harvard Medical School, ransel tidak boleh menggantung lebih dari beberapa inci di bawah pinggang dan harus memiliki tali bahu yang lebar dan empuk yang dikencangkan dengan kuat. Gunakan kedua tali pengikat, dan hindari membebani ransel secara berlebihan.

3. Berolahraga secara teratur. Latihan seperti berenang, yoga, berlari, dan berjalan dapat membantu mencegah masalah punggung.

4. Manajemen dan pengobatan penyebab yang mendasari juga dapat membantu mencegah kelengkungan tulang belakang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tulang tulang belakang Gejala Penyakit penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top