Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

WHO Rilis Panduan Bertahan dari Bencana Nuklir, Ada Apa?

Untuk mengantisipasi munculnya dampak buruk dari perang, WHO rilis panduan bertahan dari bencana nuklir
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 29 Januari 2023  |  11:34 WIB
WHO Rilis Panduan Bertahan dari Bencana Nuklir, Ada Apa?
WHO Rilis Panduan Bertahan dari Bencana Nuklir. - 8pmprimetimenews.com

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis panduan bertahan dari bencana nuklir.

Panduan itu dirilis beberapa jam setelah Uni Eropa memperingatkan bahwa Rusia "sedang berperang dengan Barat".

Dalam panduan itu diantaranya adalah daftar obat-obatan yang harus ditimbun oleh negara-negara untuk “darurat radiologis atau nuklir”.

WHO juga membagikan bagaimana kiat penimbunan yang dapat “mencegah atau mengurangi paparan radiasi”.

Dr Maria Neira, asisten direktur jenderal WHO menyebutkan negara terancama radiasi nuklir perlu membuat skema perawatan untuk radiasi dan paparan nuklir.

“Sangat penting bahwa pemerintah siap untuk melindungi kesehatan populasi dan segera menanggapi keadaan darurat,” ujarnya.

Dokumen panduan itu muncul ketika Stefano Sannino, sekretaris jenderal Layanan Aksi Eksternal Eropa Uni Eropa, mengumumkan bahwa Rusia telah mengalihkan fokus invasi Ukraina.

Dia mengatakan bahwa Vladimir Putin telah beralih dari konsep operasi khusus ke konsep perang melawan NATO dan Barat.

Sanrino juga membela keputusan Jerman dan AS mengirim tank canggih ke Ukraina.

Menurutnya, UE tidak ingin meningkatkan permusuhan tetapi hanya memberikan kemungkinan untuk menyelamatkan nyawa dan membiarkan Ukraina bertahan dari serangan biadab tersebut.

Sekutu Barat telah mengirimkan sekitar 150 tank ke Ukraina, untuk mengurangi korban dan membantu memulihkan pasokan amunisi yang semakin menipis.

Kremlin menggambarkan ini sebagai bukti meningkatnya “keterlibatan langsung” Amerika Serikat dan Eropa dalam perang berusia 11 bulan, meskipun anggapan itu telah disangkal AS dan Eropa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nuklir nuklir korut nuklir iran radiasi nuklir who
Editor : Mia Chitra Dinisari

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top