Ilustrasi seseorang yang tidak bahagia/Freepik.com
Health

Stres Psikologis Bisa Memperparah Penyakit Radang Usus

Mia Chitra Dinisari
Rabu, 27 September 2023 - 17:55
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Radang usus menjadi penyakit yang umum terjadi di semua usia baik anak-anak maupun orang dewasa. Ternyata penyakit ini bisa bertambah parah ketika pengidapnya mengalami stres psikologis.

Perlu diketahui, stres psikologis adalah reaksi psikologis atau mental terhadap kehidupan sehari-hari atau perubahan lingkungan yang mengharuskan seseorang menyesuaikan diri.

Pola makan dan kesehatan usus merupakan inti penting dari kesehatan otak. Berdasarkan hasil studi, central nervous system (CNS) atau sistem saraf pusat dan peripheral nervous system (PNS) atau sistem saraf tepi memiliki hubungan yang cukup erat.

Ketika sistem saraf otak (CNS) mengalami disfungsi akan menyebabkan anomali pada sistem saraf usus (PNS). Komponen terbesar dari sistem saraf tepi adalah sistem saraf enterik (ENS), yang terdiri dari sekitar 200-600 juta sel saraf yang membentang dari esofagus hingga anus. Sel-sel saraf ini termasuk neuron, yang menyampaikan pesan-pesan listrik dan kimia antara satu sama lain.

Mengutip psychologytoday.com pada Rabu (27/09/2023), hasil penelitian Schneider bersama rekannya yang berjudul 2023 Cell “The
Enteric Nervous System Relays Psychological Stress to Intestinal Inflammation,” membuktikan bahwa stres psikologis dapat berdampak signifikan pada kesehatan mental, kesehatan usus, dan kesehatan secara keseluruhan.

Peneliti tersebut juga menggunakan subjek tikus untuk menunjukkan bagaimana stres memperburuk peradangan usus dan penyakit UC atau Crohn.

Hasilnya menunjukkan kehadiran hormon yang diinduksi stres seperti glukokortikoid menginduksi sel-sel khusus di ENS untuk merekrut dan mengumpulkan sel-sel kekebalan yang menghasilkan faktor nekrosis tumor (TNF), suatu protein yang menyebabkan peradangan. Dengan kata lain, stres kronis secara efektif memicu respons peradangan hiperaktif terhadap suatu penghinaan atau tekanan mental.

Sementara kehadiran glukokortikoid di ENS dikaitkan dengan keterlambatan waktu transit kolon. Sederhananya, ketika konsentrasi hormon stres terakumulasi di ENS, hal ini mendorong proses penggantian neuron dewasa sebelum waktunya.

Neuron yang diganti secara prematur ini termasuk neuron yang menghasilkan asetilkolin, suatu neurotransmitter yang membantu merangsang otot untuk memindahkan limbah melalui usus besar. Akibatnya, penurunan asetilkolin menyebabkan penundaan waktu transit kolon.

Selain tikus, Schneider dan rekannya juga melakukan penelitian dengan objek manusia.

Penelitian pada objek manusia ini menemukan hubungan antara stres dan dismotilitas, serta hubungan yang menghubungkan peningkatan tingkat stres yang dirasakan.

Keadaan ini menyebabkan peningkatan kadar protein spesifik, penanda inflamasi, dan keparahan penyakit radang usus. Hal ini menunjukkan bahwa stres psikologis berkontribusi terhadap gejala pada mereka yang rentan, dan memicu timbulnya peradangan usus yang parah.

Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa mengurangi stres psikologis dapat membantu mengurangi radang usus yang dialami. (Ernestina Jesica Toji)

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro