Antibiotik/telegraph.co.uk
Health

Inilah 8 Mitos Mengenai Penggunaan Antibiotik

Redaksi
Selasa, 14 Mei 2024 - 16:06
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang digunakan untuk melawan bakteri dalam tubuh. Cara  kerja yang dihasilkan dari antibiotik adalah untuk melawan dan menghambat pertumbuhan bakteri. 

Penggunaan dari obat antibiotik tidak dapat diberikan secara cuma-cuma, melihat dosis dan efek yang berdampak bagi efektivitas tubuh manusia. Obat tersebut diberikan untuk penanganan penyakit menular seperti influenza, batuk, TBC, dan penyakit peradangan lainnya.

Mungkin sebagian dari Anda pernah mendengar berbagai mitos dari penggunaan antibiotik yang berdampak buruk bagi kesehatan. Hal tersebut mengacu pada manfaat dan penggunaannya yang disebut sebagai obat universal. 

Namun, hal tersebut masuk ke dalam kategori mitos yang sering terjadi di kalangan masyarakat:

Melalui postingan akun Instagram resmi (@farmalkes) dan asap.nebraskamed.com, simak 8 mitos penggunaan antibiotik:

1. Mengonsumsi dalam dosis tinggi, lebih efektif untuk mengatasi infeksi

Pernyataan tersebut merupakan mitos yang salah, karena faktanya penggunaan dosis antibiotik harus diberikan sesuai dengan takaran dokter. Obat antibiotik diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kesehatan dari masing-masing pasien. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, akan menimbulkan risiko resistensi antibiotik.

2. Penggunaan antibiotik tidak harus dihabiskan

Mitos tersebut merupakan salah satu hal yang paling banyak didengar oleh masyarakat. Fakta yang sebenarnya adalah,  penggunaan antibiotik harus dihabiskan sesuai dengan anjuran dokter.

Jika rasa sakit sudah menurun, konsumsi antibiotik tidak boleh diberhentikan supaya semua bakteri jahat yang terdapat di dalam tubuh dapat menghilang.

3. Linezolid harus dihindari pada pasien yang menggunakan Selective Serotonin Reuptake Inhibitors

Linezolid  merupakan jenis antibiotik yang digunakan untuk infeksi gram positif yang resisten terhadap obat. Obat tersebut merupakan inhibitor non selektif monoamine oxidase yang mampu mengurangi proses pemecahan serotonin. Proses tersebut mengacu pada potensi peningkatan risiko sindrom serotonin pada pasien serotogenik.

Namun, sebuah studi mengatakan lebih dari 4.000 pasien menggunakan agen serotogenik untuk menemukan insiden keseluruhan secara rendah, dan tidak ditemukan adanya peningkatan frekuensi pada pasien yang menggunakan linezolid.

4. Penggunaan cefazolin harus dihindari untuk mencegah infeksi pada sistem saraf

Beberapa referensi medis menyatakan bahwa penggunaan cefazolin tidak diperbolehkan untuk penderita meningitis. Hal tersebut dikarenakan tidak mencukupi tingkat konsentrasi dalam cairan serebrospinal, untuk infeksi sistem saraf.

Namun, studi menemukan fakta bahwa pemberian dosis 2 gram dari cefazolin, lebih tinggi daripada konsentrasi nafcillin. Hal tersebut membuktikan bahwa konsentrasi cefazolin yang mencapai kadar cairan serebrospinal dapat digunakan secara efektif dalam menangani meningitis.

5. Sisa dari antibiotik dapat dikonsumsi kembali

Mitos tersebut merupakan salah satu hal yang fatal bagi kesehatan manusia. Sisa dari penggunaan antibiotik tidak boleh dikonsumsi dan diberikan kepada orang lain. Hal tersebut mengacu pada teknis pengobatan yang diberikan, serta pemberian dosis yang berbeda antar individu.

6. Antibiotik tidak memiliki efek samping

Mitos tersebut tidak dapat dibenarkan karena setiap penggunaan obat yang diberikan, memiliki efek samping bagi tubuh. Seluruh penggunaan obat yang dikonsumsi berlebihan akan berdampak buruk bagi penurunan kesehatan manusia. Efek samping yang diberikan oleh antibiotik adalah gangguan pada pencernaan, alergi, dan resistensi.

7. Antibiotik dapat menyembuhkan semua jenis penyakit

Mitos tersebut sering terjadi di masyarakat dengan prinsip, penyakit apapun dapat disembuhkan dengan antibiotik. Fakta yang sebenarnya terjadi adalah, penggunaan antibiotik hanya berlaku untuk mengatasi dan mengusir virus dalam tubuh.

Bagi penanganan penyakit berat dan tertentu, harus melakukan konsultasi kepada dokter terkait jenis obat-obatan yang harus dikonsumsi.

8. Penggunaan antibiotik membuat tubuh menjadi kebal

Fungsi dan peran dari antibiotik adalah untuk melawan virus dan bakteri jahat pada tubuh. Namun, bukan berarti tubuh manusia menjadi lebih kebal dan tahan akan virus-virus yang akan menyerang. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan bakteri dalam tubuh dapat menularkan resistensi satu sama lain. 

Jadi, meskipun Anda sudah mengkonsumsi antibiotik, pertumbuhan bakteri akan selalu berkembang. Tugas antibiotik adalah melawan dan menghambat cara kerja virus di dalam tubuh.

Adapun 8 mitos tersebut harus dihindari dan dipertegas melalui edukasi kepada masyarakat. Tujuannya adalah supaya masyarakat dapat mengetahui cara penggunaan antibiotik sesuai dengan fungsi dan peran yang tepat. Supaya masyarakat dapat hidup lebih sehat dan bijak dalam mengonsumsi obat-obatan. (Maharani Dwi Puspita Sari)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro