Musikal Laskar Pelangi siap digelar

JAKARTA: Setelah puas menikmati kisah Ikal, Mahar, Lintang, dan kawan-kawan melalui film Laskar Pelangi, novel karya Andrea Hirata ini akan dibuat versi drama musikal bertajuk Musikal Laskar Pelangi.
News Editor | 01 Desember 2010 16:38 WIB

JAKARTA: Setelah puas menikmati kisah Ikal, Mahar, Lintang, dan kawan-kawan melalui film Laskar Pelangi, novel karya Andrea Hirata ini akan dibuat versi drama musikal bertajuk Musikal Laskar Pelangi.

Pentas perdana drama musikal yang disutradarai oleh Riri Riza ini bisa disaksikan mulai 17 Desember di Teater Jakarta. Pemeran Musikal Laskar Pelangi berbeda dengan pemeran versi film. Mereka terpilih setelah menjalani berbagai audisi. Kriteria utama yang dinilai dari pemeran Musikal Laskar Pelangi adalah kemampuan bernyanyi.

Mira Lesmana, sebagai penulis naskah, mengatakan musikal ini berbeda dengan versi novel maupun film. Musikal ini menampilkan sudut pandang yang berbeda, beberapa adegan tidak terdapat di novel maupun film, serta mengangkat peran masyarakat desa Gantong, Belitong.

"Musikal ini tidak mengenal penari latar atau backing vocal. Semuanya adalah pemain. Mereka menyanyi, menari, dan beradu akting secara live. Tidak salah jika beberapa karakter utama diperankan oleh dua hingga tiga orang demi menjaga kualitas penampilan," kata Mira saat jumpa pers hari ini.

Selain Riri Riza sebagai sutradara, Mira Lesmana sebagai penulis naskah dan lirik, komposer Erwin Gutawa, penata artistik panggung Jay Subiakto dan pengarah gaya Hartati turut mendukung produksi musikal ini. Musikal ini melibatkan 150 pemain dan pendukung acara akan pentas mulai 17 Desember 2010 hingga 9 Januari 2011.

"Teater musikal ini begitu cocok disaksikan keluarga. Kami mencoba menampilkan realitas kehidupan Belitong, keceriaan anak-anak dan semangat untuk belajar. Baru kali ini ada pentas musikal yang bisa dinikmati anak-anak," jelas Riri Riza.

Andrea Hirata sebagai penulis novel tetralogi Laskar Pelangi turut bangga karyanya diwujudkan dalam bentuk drama musikal. Pria yang identik dengan topi baret ini tidak menyangka versi musikal Laskar Pelangi mampu menghasilkan impresi yang berbeda. Adaptasinya tertuang baik melalui musik dan artistik panggung.(tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rezza Aji Pratama

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top