Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perancang Yogyakarta juara Lomba Perancang mode Femina

JAKARTA: Perancang muda asal Yogyakarta, Lulu Lutfi Labibi, yang mengusung  tema rancangan Local Glory berhasil meraih juara I Lomba Perancang Mode (LPM)  2011  yang diselenggarakan sekali dua tahun oleh Femina Group, malam ini.
Zulkarnaini Muchtar
Zulkarnaini Muchtar - Bisnis.com 17 November 2011  |  22:15 WIB

JAKARTA: Perancang muda asal Yogyakarta, Lulu Lutfi Labibi, yang mengusung  tema rancangan Local Glory berhasil meraih juara I Lomba Perancang Mode (LPM)  2011  yang diselenggarakan sekali dua tahun oleh Femina Group, malam ini.

 

Lulu yang merupakan lulusan sekolah mode Esmod Jakarta itu berhasil mengalahkan sembilan finalis lainnya. Karya rancangan 10 finalis LPM itu diperagakan pada acara Jakarta Fashion Week, malam ini.

 

Dia berhasil mengolah bahan lurik Klaten, batik kontemporer dan kain tenun Jepara menjadi busana yang bergaya modern. Dia juga memadukan lurik warna hijau dan batik kontemporer berwarna gading dan hitam.

 

Dari hasil kreativitasnya mengolah kain tradisional menjadi busana modern itu, maka dia berhasil mendapatkan hadiah berupa beasiswa untuk belajar mode di Los Anggeles selama tiga  bulan dan hadiah uang tunai sebesar US4.000. Sementara itu tema utama mengusung tema Sinergi Timur-Barat.

 

Femina Group yang telah menyelenggarakan LPM sejak 1979 itu  banyak menghasilkan perancang nasional antara lain Musa Widyatmodjo, Priyo Oktaviano, dan Samuel Wattimena yang merupakan pemenang LPM pertama.

 

Lomba tersebut  bertujuan untuk melahirkan nama baru di dunia fashion Indonesia.

 

"Para peserta ditantang menginterprestasikan padu padan budaya lokal yang menampilkan modernitas dalam detail rancangannya. Hasil akhirnya adalah koleksi busana siap pakai untuk konsumen masa kita," kata  Ketua Pelaksana LPM 2011 Hannie Kusuma.

 

Pada tahun ini terdapat 296 sketsa yang masuk ke meja panitia, didominasi para mahasiswa sekolah mode. Sebagian di antara mereka pernah dan sedang belajar di sekolah mode Jakarta, Singapura, Shanghai, bahkan Milan.

 

Sementara itu Petty S. Fatimah, Pemred Femina yang juri lomba tersebut mengatakan keriteria penilaiannya dapat berupa kreatifitas, originalitas, daya jual, teknik pembuatan, dan semangat kewirausahaan.

 

Adapun, perancang senior Musa Widyatmodjo yang juga juri lomba tersebut mengatakan pihaknya menilai tentang pengalaman tentang struktur kain, teknik pola, teknik jahit dan cerita dibalik rancangan itu. "Desainer tidak hanya menjual gambar saja, tapi juga  produk," kata Musa. (sut)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top