Waspadalah Jika Anda Sering Beser

BISNIS.COM, JAKARTA--Anda sering merasa ingin ke toilet, dan ada masalah dalam mengontrol organ untuk buang air kecil? Waspadalah. Itu berarti Anda terserang inkontinensia urine (beser).
Rahmayulis Saleh | 30 April 2013 21:26 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Anda sering merasa ingin ke toilet, dan ada masalah dalam mengontrol organ untuk buang air kecil? Waspadalah. Itu berarti Anda terserang inkontinensia urine (beser).

Inkontinensia urine merupakan pengeluaran cairan urine tanpa disadari dalam jumlah dan frekuensi yang cukup, sehingga mengakibatkan masalah gangguan kesehatan dan sosial.

"Umumnya beser pada perempuan lebih akibat stres. Artinya, keluarnya urine semata-mata karena melahirkan, batuk, bersin dan semua gerakan lain seperti olahraga," kata Prof. Jack Vaisman, Konsultan On Clinic Internasional, pada peluncuran Layanan Bebas Beser di Jakarta, Selasa (30/4/2013).

Dia menuturkan menurut penelitian, pada perempuan yang belum pernah menikah, didapatkan kejadian 5%, pada wanita dengan satu anak mencapai 10%, dan meningkat sampai 20% pada wanita dengan jumlah anak lebih dari satu orang.

Selain itu penderita beser pada usia 35-65 tahun mencapai 12%. Prevalensinya meningkat sampai 16% pada orang usia lebih dari 65 tahun.

Dia menjelaskan beser desakan jarang ditemukan, dimana didapatkan keinginan miksi mendadak yang disebabkan oleh gangguan neoropatik pada kandung kemih.

Dalam mengobati penderita beser ini, perlu solusi yang tepat. "Kami menyediakan pengobatan dengan kapsul yang diracik sendiri dari tim ahli On Clinic," ungkap Fithrie Firdaus, GM On Clinic Indonesia.

Fithrie menuturkan jaringan On Clinic kini menghadirkan layanan Bebas Beser di Indonesia, membantu mengatasi gangguan beser dengan pengobatan yang relatif lebih aman.

"Dengan panduan dari tim ahli medis yang berpengalaman, pengobatan di Bebas Beser akan memberikan manfaat, diantaranya menenangkan syaraf yang mengontrol kandung kemih, membantu mengontrol buang air kecil, dan mengurangi/menghentikan kontraksi yang menyebabkan tekanan untuk buang air kecil," ungkapnya.

Perawatan ini, lanjutnya, akan membuat kondisi pasien membaik, sehingga gejala yang dirasakan akan berkurang, dan secara bertahap akan hilang.(msb)

 

Tag : industri kesehatan, ahli medis
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top