Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Hipertensi: Kurangi Garam, Garam, dan Garam

Makanan yang diawetkan mengandung garam tinggi, lemak jenuh, dan rendah serat.
Deliana Pradhita Sari
Deliana Pradhita Sari - Bisnis.com 24 Maret 2014  |  18:54 WIB
Cegah Hipertensi: Kurangi Garam, Garam, dan Garam
Ilustrasi - beforeitsnews

Bisnis.com, JAKARTA -- Dokter ahli jantung Arieska Ann menyebutkan kini masyarakat mulai mengalami pergeseran pola makan yang mengarah pada makanan cepat saji dan makanan yang diawetkan.

Padahal, makanan yang diawetkan mengandung garam tinggi, lemak jenuh, dan rendah serat.

“Hindari makanan yang banyak mengandung garam, termasuk bahan  makanan dengan kadar garam tinggi yaitu kerupuk, kecap dan sambal botol,” ungkap Arieska memberi tips untuk menghindari hipertensi.

Mengonsumsi garam berlebihan, ujar Arieska, merupakan pemicu cepat timbulnya hipertensi karena kandungan natrium di dalamya yang mengikat banyak air.

Hal ini dapat menganggu kerja ginjal karena ginjal yang seharusnya mengolah garam harus bekerja ekstra untuk menahan cairan yang lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh.

Dia memaparkan bahwa banyaknya cairan yang tertahan menyebabkan peningkatan volume darah seseorang atau pembuluh darah membawa lebih banyak cairan.

Beban ekstra yang yang dibawa pembuluh darah ini menyebabkan peningkatan tekanan darah.

“Konsumsi garam yang dianjurkan tidak lebih dari satu sendok teh garam dapur. Dan jangan menggoda orang untuk mengidap hipertensi dengan meletakkan garam, kecap dan saus di meja makan,” tuturnya.

Sementara Prof. Suhardjono menjelaskan agar tekanan darah normal 140/90 mmHG, maka tatalaksana terhindar dari hipertensi adalah terapi nonobat.

Terapi non obat dilaksanakan dengan olahraga, kontrol kolesterol, kurangi konsumsi garam, mengontrol berat badan, mengontrol gula dalam darah dan berhenti merokok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan hipertensi
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top