Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TIPS KESEHATAN: Risiko Membersihkan Telinga dengan Ear Candling

Selain dengan cotton bud, metode pembersihan telinga yang kian populer adalah teknik ear candling therapy (ECT). Apa risikonya?
Deliana Pradhita Sari
Deliana Pradhita Sari - Bisnis.com 22 April 2014  |  15:08 WIB
Membersihkan telingan dengan metode ear candling - webwhispering
Membersihkan telingan dengan metode ear candling - webwhispering

Bisnis.com, JAKARTA - Selain dengan cotton bud, metode pembersihan telinga yang kian populer adalah teknik ear candling therapy (ECT).

Teknik pembersihan dengan asap lilin yang banyak dilakukan di salon kecantikan tersebut hingga saat ini belum ada bukti medis mengenai manfaatnya.

Dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok (THT) Kartika Dwiyani mengatakan, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada 1996, foto liang telinga pasien sebelum dan setelah melakukan ECT, tidak didapatkan pembersihan serumen atau kotoran telinga pada pasien yang telah menjalani proses tersebut.

Penelitian tersebut juga melakukan survei pada 122 dokter spesialis THT di AS, ternyata didapatkan 21 kasus komplikasi langsung setelah menjalani ECT yaitu 13 pasien mengalami luka bakar di daun telinga, tujuh pasien mengalami penyumbatan di liang telinga, dan satu pasien mengalami kebocoran gendang telinga.

Adapun sembilan pasien lainnya mengalami komplikasi sekunder akibat ECT, dimana tiga pasien mengalami infeksi pada liang telinga luar dan enam pasien lainnya mengalami penurunan pendengaran sementara.

Tips membersihkan telinga menurut Kartika yaitu tidak perlu terlalu sering membersihkan liang telinga bagian dalam karena sudah ada metode self cleansing.

“Untuk menjaga kebersihan, cukup lakukan pembersihkan di liang telinga bagian luar. Cotton bud, tisu lembut atau kapas dapat dipakai hanya untuk membersihkan daun telinga dan bagian luar dari liang telinga atau lubang liang telinga, tidak untuk dimasukkan ke dalam liang telinga,” katanya.

Pilihlah cotton bud dengan kualitas baik sehingga terhindar dari risiko terlepasnya kapas dari tangkainya atau pun patahnya tangkai cotton bud.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top