SANDRA DEWI, Giat Menabung Sejak Belia

Artis cantik asal Belitung, Sandra Dewi, 31, sejak kecil sudah suka menabung, meski mengaku selalu boros untuk soal makanan. Saat masih bersekolah di Belitung, uang jajannya cepat habis untuk makanan.
Reni Efita
Reni Efita - Bisnis.com 27 April 2014  |  11:55 WIB
SANDRA DEWI, Giat Menabung Sejak Belia
kebanyakan busana yang dipakai Sandra Dewi merupakan hasil goresan tangannya sendiri. - twitter

Bisnis.com, JAKARTA - Artis cantik asal Belitung, Sandra Dewi, 31, sejak kecil sudah suka menabung, meski mengaku selalu boros untuk soal makanan. Saat masih bersekolah di Belitung, uang jajannya cepat habis untuk makanan.

Nah, hobi makannya itulah yang mendorong niatnya menabung untuk bisnis berjualan makanan. Berbekal uang tabungan itulah akhirnya selepas sekolah, dia bisa melanjutkan pendidikan ke Jakarta dan bersekolah di London School of Public Relations. Awalnya dia tinggal di rumah omnya.  Prestasinya juga bagus. Dia menamatkan pendidikan S1 di London School of Public Relations selama 3,5 tahun.

Sampai sekarang Sandra juga sangat memperhatikan pengalokasian uangnya. Dia tidak boros membelanjakan uang hasil kerjaya, tetapi terencana. Selalu membuat catatan kebutuhan, termasuk baju, karena dia menjadi model iklan banyak produk.

Karena kebiasaan menabung itulah akhirnya Sandra Dewi terhitung berhati-hati membelanjakan uangnya. Misalnya, belanja tas. Sebagai wanita, pada umumnya suka dengan tas bermerek. Sandra baru akan membeli tas yang berkualitas, setelah mendapatkan pencapaian atau penghargaan dari hasil kerja.  Misalnya, dia membeli tas bermerek yang eksklusif, di waktu iklannya ditayangkan di tujuh negara.

Berhubung anak bungsu dari tiga bersaudara itu suka menggambar, maka kebanyakan busana yang dipakainya  merupakan hasil goresan tangannya. “Saya yang menggambar busana. Harga busana buat sendiri lebih murah dibandingkan dengan membeli busana,” ujar Sandra.

Selain membuat sketsa busana untuk dirinya sendiri, Sandra yang juga Brand Ambassador BIG Cola itu juga berencana membuat untuk teman-temannya, karena belakangan peminatnya cukup banyak. Selain menabung, lanjutnya, uangnya juga diinvestasikan di bidang properti, karena dia merasa lebih aman dan menguntungkan  berinvestasi di bidang properti. Sandra juga mempelajari tentang bisnis properti dan juga terjun sebagai tenaga pemasaran.

Sukses sebagai marketing, Sandra semakin tertarik untuk mempelajari bidang bisnis properti. Kurang lebih tujuh tahun Sandra belajar  tentang properti. Sekarang, Sandra juga menjabat sebagai Direktur Paramon Serpong. Dia mempunyai mimpi ingin membangun superblok di Sumatra, terutama di Palembang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sandra dewi

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top