Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada, Virus Ebola Kini Merambah ke Asia?

Rahmayulis Saleh
Rahmayulis Saleh - Bisnis.com 01 Agustus 2014  |  19:14 WIB
JAKARTA-- Belakangan ini beredar berita bahwa penyakit Ebola virus disease (EVD),  juga ditemui di Benua Asia.
 
Bagaimana sebenarnya kebenaran berita ini?
 
Prof. Tjandra Yoga Aditama,
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan,
Kementerian Kesehatan, menjelaskan bahwa jawabannya bisa ya dan bisa tidak.
 
Pertama, katanya, Genus Ebola virus memang terdiri
dari 5 spesies. Yaitu Bundibugyo ebolavirus (BDBV), Zaire ebolavirus (EBOV), Reston ebolavirus (RESTV), Sudan ebolavirus (SUDV), dan Tai Forest ebolavirus (TAFV).
 
"BDBV, EBOV, dan SUDV adalah jenis spesies Ebola
yang menyebabkan wabah Ebola di Afrika, yang menimbulkan wabah pada
manusia, dan angka kematian yang tinggi. Sedangkan jenis spesies RESTV, memang
ditemukan di Filipina dan People’s Republic of
China," kata Prof. Tjandra melalui surat elektroniknya yang diterima Jumat (1/8/2014). 
 
Ke dua, lanjutnya, walaupun jenis spesies Ebola RESTV
(yang memang ada di Asia, dalam hal ini di Filipina dan China), mungkin saja menginfeksi manusia.
 
 
"Tapi, sejauh ini, tidak
menimbulkan kesakitan dan kematian. Memang RESTV pernah menimbulkan
wabah ebola pada jenis monyet macaque monkeys (Macaca fascicularis)
di Filipina pada 1980-an dan 1990-an," katanya.
 
Selain itu, tambahnya, sejak 2008, virus RESTV ditemukan pada wabah ebola di babi di China.
 
"Sejauh ini baru
dua negara Asia yang melaporkan Ebola jenis RESTV ini. Sekali lagi, sampai saat ini tidak menimbulkan masalah kesehatan bagi
manusia," ungkapnya.
 
Data di kedua negara itu, kata Tjandra, menunjukkan bahwa para pekerja yang berhubungan langsung dengan monyet dan babi yang
terinfeksi RESTV, ternyata dapat juga kemasukan virus ebola RESTV di tubuhnya. Hanya mereka praktis tanpa gejala, dan sehat-sehat saja.
 
"Tentu untuk ini masih diperlukan data penelitian lebih lanjut. Khususnya pada yang daya tahannya rendah, gangguan imunologis,
anak-anak, wanita hamil, dan lainnya," ujarnya.
 
Secara umum, katanya, ada 6 cara ilmiah untuk
mengidentifikasi virus Ebola, apapun jenis spesiesnya, yaitu:
 
1. Antibody-capture enzyme-linked immunosorbent
assay (ELISA)
2. Antigen detection tests
3. Serum neutralization test
4. Reverse transcriptase polymerase chain reaction
(RT-PCR) assay
5. Electron microscopy
6. Evirus isolation dengan cell
culture.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus
Editor : Rahmayulis Saleh

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top