Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Lakukan Ini Saat Anak Penyandang Epilepsi Mengalami Kejang

Jangan Lakukan Ini Saat Anak Penyandang Epilepsi Mengalami Kejang
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 29 Januari 2015  |  18:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Anak penyandang epilepsi sebagian besar mengalami kejang dari beberapa detik hingga lima menit, namun jangan pernah memasukkan sesuatu ke mulut anak, kata seorang ahli kesehatan.

Neurolog anak dari RSCM, DR. dr. Irawan Mangunatmadja, SpA (K), mengungkapkan, umumnya kejang pada anak penderita epilepsi tidak menyebabkan lidah tergigit, sehingga tidak perlu memasukkan sesuatu seperti sendok atau jari tangan. Hal ini berbeda dari penderita down syndrome.

"Tidak boleh memasukkan sesuatu di mulutnya karena umumnya tidak tergigit lidahnya saat kejang. Kecuali yang mengalami down syndrome. Malah, kalau dimasukkan sendok ke mulut, berisiko lidahnya tergigit," ujar dr. Irawan dalam seminar media di Jakarta, Kamis.

Kemudian, lanjut dia, saat anak kejang, tindakan pertolongan yang perlu dilakukan orang sekitarnya adalah melonggarkan baju pasien, lalu baringkan dan miringkan posisi anak. "Karena kalau dalam posisi terlentang bisa berisiko muntah," kata dia.

Setelah itu, tunggu hingga kejangnya berhenti dan terus temani anak sampai benar-benar sadar, sedangkan orang tua sebaiknya selalu menyediakan obat anti kejang. "Minimal dua jenis obat sehingga bila satu obat tak mampu hentikan kejang, bisa menggunakan obat sisanya. Jika kejang tak juga berhenti, bawa segera anak ke rumah sakit," tambah dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

epilepsi

Sumber : antara

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top