Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Museum Kata Andrea Hirata di Belitung Timur Diresmikan

Setelah menunggu lima tahun, Museum Kata yang didirikan Andrea Hirata diresmikan oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, Sabtu (14/3/2015).
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 14 Maret 2015  |  23:56 WIB
Andrea Hirata - Antara
Andrea Hirata - Antara

Bisnis.com, BELITUNG--Setelah menunggu lima tahun, Museum Kata yang didirikan Andrea Hirata diresmikan oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, Sabtu (14/3/2015).

Arief Yahya menyempatkan diri datang untuk meresmikan Museum Kata yang berlokasi di desa kelahiran Andrea Hirata, Gantong, Belitung Timur.

Menurut Andrea Hirata, dirinya selama lima tahun merasa kesulitan meyakinkan otoritas mengenai konsep museum sastra ini. "Namun, Alhamdulillah setelah lima tahun kini menjadi tujuan wisata utama di Belitung Timur," jelasnya.

Penulis tetralogi Laskar Pelangi ini merasa senang dengan respons Arief Yahya yang langsung menyetujui saat diminta meresmikan museumnya.
"Peresmian ini tidak resmi hanya seremonial, hanya ngopi. Beliau bersedia tanda tangan, saya sudah bisikin dia," kata Andrea di sebelum acara, Sabtu (14/3/2015).

Dari pendirian museum ini, Andrea mengemukakan misi besarnya yakni pendidikan, serta menjadikan Belitung Timur sebagai daerah percontohan literary, cultural and educational tourism.

Andrea menjelaskan film Laskar Pelangi yang digarap Mira Lesmana menjadi motor mengapa museum ini bisa terkenal hingga keluar Belitung.
"Karena terhitung lima juta penonton termasuk yang di luar negeri akhirnya ingin tahu."

Oleh sebab itu, Andrea menegaskan kesuksesan museum ini di mata publik merupakan bukti kekuatan film sebagai pengerak pariwisata tanpa pemerintah mengeluarkan sepeserpun uang.

Museum Kata ini tidak menjual tiket karena semua dibiayai dari royalti buku Andrea Hirata. Bertandang ke museum ini pengunjung dapat melihat berbagai koleksi dari film, lukisan dan buku terjemahan Laskar Pelangi dari berbagai bahasa.

Di area belakang museum, Andrea juga membangun sekolah gratis. Bahkan, museum ini memiliki ruangan yang menampung 150 karya dari berbagai 70 negara.

Selain itu museum dalam bangunan rumah kayu dengan konsep unik ini memiliki ruangan membaca dan menulis. Namun, Andrea mengeluhkan banyak pengunjung yang datang untuk berfoto padahal dia berharap pengunjung  datang untuk membaca.

"Kalau orang Indonesia datang ke sini umumnya berfoto bukan membaca, jadi kita tulis di depan literary museum artinya orang datang membaca tetapi perlu waktu untuk itu," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belitung timur laskar pelangi
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top