Rio Dewanto Tertarik Kenalkan Kopi Kelir Asli Semarang

Salah satu aktor film Filosofi Kopi Rio Dewanto tertarik untuk mengenalkan java arabica kopi dari Lereng Gunung Kelir Kabupaten Semarang Jawa Tengah ke tingkat nasional.n
Muhammad Khamdi
Muhammad Khamdi - Bisnis.com 23 Mei 2015  |  00:38 WIB
Rio Dewanto Tertarik Kenalkan Kopi Kelir Asli Semarang
Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto - Antara

Bisnis.com, SEMARANG - Salah satu aktor film Filosofi Kopi Rio Dewanto tertarik untuk mengenalkan java arabica kopi dari Lereng Gunung Kelir Kabupaten Semarang Jawa Tengah ke tingkat nasional.

Rio begitu sapaan suami dari aktris Atiqah Hasiholan ini melihat potensi kopi kelir dari Semarang bisa dikenal oleh masyarakat luas.

Ide membumikan kopi kelir kepada pecinta kopi, ujarnya, akan dimulai dari kedai kopi yang dikelola bersama kolega dalam film Filosofi Kopi.

Rio mengakui selama ini mayoritas pemilik kedai kopi hanya menjual spesialisasi kopi dari daerah tanpa ada menyebutkan secara rinci asal kopi tersebut.

“Misalnya, mereka hanya menuliskan kopi java robusta atau java arabica. Padahal Pulau Jawa kan besar, mereka tidak menyebut rinci Jawa yang dari daerah mana?,” papar Rio di sela-sela kunjungan ke lokasi perkebunan kopi di Lereng Gunung Kelir Semarang, Jumat (22/5/2015).

Misi kunjungan Rio ke perkebunan kopi di seluruh Indonesia tidak lain untuk mengenalkan potensi kopi dari Sabang sampai Merauke. Bahkan setiap bulan, pihaknya akan menjalankan program khusus untuk mengenalkan spesifikasi kopi dari masing-masing daerah di kedai kopinya.

“Kami kan sudah jalan jalan ke sini, bertanya kepada petani setempat. Momen ini kami abadikan dalam foto yang akan kami pajang di kedai kopi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa Tengah Moelyono Soesilo menyatakan potensi produksi kopi dari Indonesia bisa merajai dunia apabila digarap dan dikelola secara serius.

Dia menyebut Indonesia masih berada di urutan ke-4 negara pengekspor kopi dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia. Pada 2014 produksi kopi sekitar 540.000 ton. Sementara itu, tahun ini diperkirakan mencapai kisaran 660.000-690.000 ton.

“Jangan sampai kita malah menyicipi kopi impor. Saya harap kopi Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri dan dikenal dunia,” ujarnya yang turut serta dalam kunjungan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi, rio dewanto

Editor : Yusuf Waluyo Jati
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top