Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wah, Ternyata Kentang Bisa Bikin Tambah Pintar

Kentang diyakini memicu perkembangan luar biasa evolusi otak manusia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Agustus 2015  |  07:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Kentang diyakini memicu perkembangan luar biasa evolusi otak manusia.

Pergerakan menuju konsumsi daging sebelumnya dikatakan sebagai penyebab utama peningkatan tersebut. Namun sebuah studi terbaru mengatakan hal itu didorong oleh konsumsi karbohidrat, khususnya dalam bentuk zat tepung.

Nzherald melansir zat tepung tersedia bagi populasi leluhur kita dalam bentuk kentang, biji-bijian, buah-buahan dan kacang-kacangan.

Penemuan bagaimana mengontrol api membuat kentang bisa dimasak, sementara evolusi protein air liur ekstra  yang dikenal senagai gen amilase membuat manusia bisa mengurai zat tepung kaya kalori menjadi gula untuk memberi makan otak.

Pemimpin penelitian Dr Karen Hardy, dari Universitas Autonomous di Barcelona, mengatakan otak menggunakan 60 persen dari glukosa darah kita dan hal itu tampaknya tak akan terpenuhi kalau kita kurang asupan karbohidrat.

Gen ekstra amilase, digabung dengan pengetahuan memasak, meningkatkan ketersediaan rangsum glukosa ke otak. Hal itu pada gilirannya memungkinkan percepatan ukuran otak yang terjadi sejak sekitar 800.000 tahun ke sepan.

"Mengkonsumsi daging mungkin jadi awal mula evolusi membesarnya otak, namun memasak makanan yang memiliki sat tepung ditambah dengan bertambahnya gen amilase air liur membuat kita tambah pintar," kata Dr Karen dalam studi yang dipublikasikan di jurnal The Quarterly Review of Biology

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kentang

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top