Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Beredar 'Obat Kuat Pria' Mengandung Kimia Berbahaya

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan temuan 50 obat tradisional dan suplemen kesehatan bagi pria yang mengandung bahan kimia obat (BKO).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Agustus 2015  |  08:24 WIB
Obat penghilang rasa sakit - boldsky.com
Obat penghilang rasa sakit - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA-- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan temuan 50 obat tradisional dan suplemen kesehatan bagi pria yang mengandung bahan kimia obat (BKO).

“Kami telah menemukan obat tradisional dan suplemen kesehatan bagi pria, teridentifikasi di dalamnya mengandung bahan kimia obat yang didominasi oleh sildenafil dan turunannya,” ujar Kepala BPOM Roy Sparingga, Senin (24/8/2015).

Sildenafil sendiri adalah obat keras yang digunakan sesuai petunjuk dokter dan diindikasikan untuk disfungsi ereksi, serta hipertensi arteri pulmonal. Jika digunakan secara tidak tepat, bahan kimia obat ini dapat menimbulkan efek seperti kehilangan penglihatan dan pendengaran, stroke, serangan jantung, bahkan kematian.

Temuan ini berdasarkan hasil pengawasan Badan POM di seluruh Indonesia sejak November 2014 sampai Agustus 2015. Temuan tertinggi ada di daerah Jawa Barat dengan jumlah 12 temuan. Dari 50 obat tradisional dan suplemen kesehatan yang ditemukaan itu, 25 di antaranya merupakan produk asing maupun produk tidak terdaftar (ilegal).

Sebagai tindak lanjut dari temuan ini, BPOM telah melakukan penarikan dan pemusnahan dari obat tradisional dan suplemen kesehatan itu. Pada 2015 ini, pemusnahan dilakukan terhadap produk senilai Rp 59,8 miliar dan bahan baku senilai Rp63,5 miliar.

Lalu, terhadap 25 produk yang telah terdaftar dilakukan pembatalan nomor izin edarnya. Selain itu, BPOM juga melakukan tindakan hukum lain seperti mengajukan ke pengadilan, menutup situs online yang menjual produk berbahaya itu, dan melakukan pengawasan lebih ketat.

“Pengawasan akan diperketat. Kami akan mencari tahu dari mana obat itu diimpor dan bahan bakunya didapat, apakah dari jalur resmi atau bukan. Kami juga tidak segan-segan menindaklanjuti dengan pihak berwajib,” tambah Roy Sparingga.

Roy menambahkan, pihaknya meminta masyarakat untuk lebih waspada dalam mengonsumsi obat tradisional dan suplemen kesehatan yang beredar di masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat bpom

Sumber : Tempo.co

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top