Rilis Album, Musikimia Libatkan 5 Co-Producer

Grup Musikimia melibatkan 5 co-producer dalam penggarapan album baru mereka yang akan dirilis awal Januari 2016.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 19 September 2015  |  12:46 WIB
Rilis Album, Musikimia Libatkan 5 Co-Producer
Ilustrasi - wccftech
 
Bisnis.com, JAKARTA - Grup Musikimia melibatkan 5 co-producer dalam penggarapan album baru mereka yang akan dirilis awal Januari 2016. Dalam album penuh ini, Musikimia menggarap 10 lagu.
 
Salah satu personel Musikimia Fadly menuturkan Musikimia adalah persenyawaan musik. Konsep kolaborasi dengan musisi berkarakter ini yang kemudian dituangkan dalam album kedua mereka yang berada di bawah label Sony Music Indonesia. Karakter musik masing-masing tertuang dalam 10 lagu yang diputarkan dalam acara Hearing Musikimia di Blitzmegaplex Grand Indonesia, pekan ini.
 
Bersama Nikita Dompas, keempatnya menyuguhkan Dan Bernyanyilah dengan irama yang lebih pop. Berbeda dengan lagu yang akan menjadi single perdana mereka, maka lagu Hitam yang Tak Selalu Gelap dikerjakan bersama Setivie Item membawa irama rock. Di lagu Hangus dan Meski Kau Tak Ingin yang dikerjakan bersama Gugun GBS, irama berubah menjadi ngeblues.
 
Irama yang lebih lambat terasa di lagu Redam dan Pesanku yang digarap bersama Eben Burgerkill. Uniknya di lagu berjudul Pesanku, mereka memberikan sentuhan tradisional. Ini terasa terutama pada bagian akhir lagu yang menempatkan suara sinden sebagai penutup.
 
Lagu ini terinspirasi dari lagu Leloledung. Lagu yang dinyanyikan buat anak menjelang tidur, yang memberikan banyak pesan. Lagu Pesanku terinspirasi dari situ, ucap Fadly.
 
Pada lagu berikutnya, Musikimia bersama dengan Bondan Prakoso, menggarap dua lagu yakni Tamansari Indonesia dan Sebebas Alam.
 
Lagu Tamansari Indonesia merupakan lagu Franky Sahilatua yang belum pernah dirilis. Irama laguTamansari Indonesia kental dengan sentuhan etnik. Sedangkan pada lagu Sebebas Alam diangkat dari puisi Sekar Ayu yang kemudian diiramakan.
 
Konsep Musikimia adalah kolaborasi seni cita rasa di musik. Ini menjadi mimpi kami bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki karakter dalam bermusik, terang Fadly.
 
Salah satu co-producer Bondan Prakoso mengatakan keterlibatannya dalam proyek Musikimia ini karena melihat personelnya yang merupakan musisi hebat. Apalagi kondisi industri musik Indonesia dengan perdagangan fisik yang lesu dan digital yang masih belum maju, tidak lantas menghalangi keempatnya untuk berkarya.
 
Musisi yang keren, yang hasilnya juga akan keren. Kenapa aku tidak terlibat di dalamnya, katanya.
 
 
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
musik

Editor : Bastanul Siregar
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top