Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Balinnale Festival 2015: Film 3 Dapat Respons Standing Applause

Film 3, film bergenre laga dan drama yang berlatarkan situasi di tahun 2036 itu mendapat respons positif saat diputar di Balinale International Film Festival 2015.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 29 September 2015  |  03:30 WIB
Biayanya pun tak sampai Rp10 miliar.  - Twitter
Biayanya pun tak sampai Rp10 miliar. - Twitter

Bisnis.com, JAKARTA - Film 3, film bergenre laga dan drama yang berlatarkan situasi pada 2036 itu mendapat respons positif saat diputar di Balinale International Film Festival 2015.

Bersama judul film lain, seperti Marmut Merah Jambu dan Bidadari Terakhir, film terbaru karya Anggy Umbara ini tampil di antara karya sineas dari 26 negara. Adapun, film yang diputar pada Minggu (26/9/2015) ternyata mendapat sambutan positif.

Arie K Untung, yang mengawali karirnya di belakang layar juga merasa bangga karena antrean penonton mengular. Bahkan, 50% penonton justru berasal dari luar Indonesia. Rasa khawatir karena film baru saja rampung terhapus oleh tepuk tangan meriah dari penonton tepat saat film berakhir.

"Deg-degan karena baru film matang pukul 3 pagi. Siapa tahu ada kesalahan di tengah. Eh untungnya, semua standing applause sebelum lampu nyala," ujarnya dalam jumpa pers di Epicentrum Walk, Senin (28/9/2015).

Dalam kesempatan yang sama, Sutradara Anggy Umbara mengatakan ada salah seorang sineas asal Hollywood yang bertanya kepadanya tentang detil film tersebut.

Namun, tampaknya dia tak percaya dengan singkatnya waktu penggarapan dan minimnya biaya. Film tersebut memang hanya memakan waktu 1,5 tahun dari ide awalnya. Adapun pengambilan gambarnya hanya 26 hari.

Biayanya pun tak sampai Rp10 miliar. Hal itu sangat berbeda dengan film Hollywood yang bisa lebih lama prosesnya dan lebih mahal biaya produksinya. "Dia hampir mau marah dan bingung sendiri. Di sana, uang segitu berlaku untuk 1 hari syuting," katanya.

Oleh karena itu, tak bisa begitu saja membandingkan film Indonesia dengan film Hollywood. Kendati demikian, ada kemungkinan bila film ini akan meramaikan festival film lainnya. Meski belum bisa dipastikan, namun sudah ada pembicaraan untuk membawa film itu ke layar lain.

"Hati-hati kalau mau membandingkan film Indonesia dan Hollywood. Budget-nya jomplang. Belum ada rencana spesifik soal itu tapi sudah ada pembicaraan," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film film indonesia
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top