Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Melalui Buku, Kristin Samah Ajak Deteksi Dini Kanker

Penulis Kristin Samah mengajak kesadaran masyarakat untuk deteksi dini kanker, melalui buku yang baru saja diluncurkan berjudul Anakku, Malaikatku. Ajakan ini bertepatan dengan peringatan Hari Kanker Sedunia pada Minggu (4/2) lalu.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 15 Februari 2016  |  01:40 WIB
Melalui Buku, Kristin Samah Ajak Deteksi Dini Kanker
Buku Anakku, Malaikatku berkisah tentang perjuangan Eugene Evan Handuran. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Penulis Kristin Samah mengajak kesadaran masyarakat untuk deteksi dini kanker, melalui buku yang baru saja diluncurkan berjudul Anakku, Malaikatku. Ajakan ini berkaitan dengan dengan peringatan Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada Minggu (4/2/2016).

Buku Anakku, Malaikatku berkisah tentang perjuangan Eugene Evan Handuran melawan kanker mata hingga akhirnya meninggal dunia di usia 7 tahun pada 2001 silam.

Helen Martini, Sekretaris Support Group Yayasan Kanker Indonesia, menuturkan kesadaran deteksi dini kanker belum dimiliki sebagian besar masyarakat. Bahkan, deteksi dini kanker masih menjadi momok yang menakutkan, sehingga tidak jarang justru dihindari sebagian dari mereka.

"Bahkan ketika ada salah satu anggota keluarga yang terkena [kanker], mereka takut memeriksakan diri. Ini sesuatu yang salah," terang Helen yang juga tergabung dalam Komunitas Kebaya.

Perempuan yang juga survivor kanker payudara ini, menyadari bahwa kanker merupakan penyakit yang menakutkan, menyakitkan, memakan waktu, sekaligus mahal. Maka tidak ingin hal serupa menimpa perempuan lain, dia aktif masuk ke komunitas-komunitas untuk melakukan edukasi kepada para perempuan. Dalam setiap kegiatan, dia mengkampanyekan gerakan Periksa Payudara Sendiri (Sadari).

"Saya terdeteksi pada stadium 2B, fase yang belum begitu terlambat untuk sembuh. Kemudian pada 2002, saya dioperasi dan menjalani kemoterapi," katanya.

Artis senior Rima Melati (76), telah melalui masa-masa penuh perjuangan melawan kanker. Pada usia 50an tahun, pertama kali dia divonis kanker usus. Tidak lama kemudian, dia mendapati benjolan di sekitar payudara yang semakin lama semakin sakit. Maka bersama sang suami, almarhum Frans Tumbuan saat itu, dia terbang ke Rotterdam, Belanda, untuk melakukan pengobatan.

"Kalau kita mandi, harus meraba-raba payudara dan ketiak. Jika ada yang aneh, sebaiknya langsung ke dokter," sarannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buku kanker
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top