Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penderita Epilepsi Perlu Dukungan agar Produktif

Orang dengan epilepsi (ODE) dapat menjalani hidup yang sehat dan produktif apabila mereka mendapat dukungan dalam mengelola epilepsi mereka.
Reni Efita
Reni Efita - Bisnis.com 24 Maret 2016  |  17:43 WIB
Campi, maskot hari epilepsi internasional - epilepsi.org
Campi, maskot hari epilepsi internasional - epilepsi.org

Bisnis.com, JAKARTA – Orang Dengan Epilepsi (ODE) dapat menjalani hidup yang sehat dan produktif apabila mereka mendapat dukungan dalam mengelola epilepsi mereka.

Dukungan  dalam mengelola epilepsi  dilakukan baik melalui pengobatan mau pun dukungan moral dari keluarga dan orang-orang terdekat. ODE juga harus bisa memahami dan menerima kondisi serta menjalani hidup dengan pikiran yang positif, sehingga dapat menggali potensi diri dan mencapai target.

Banyak penderita ODE yang berhasil. Sebut saja Azharianto Latief Baroto, 54, yang diketahui menderita epilepsi sejak usia kira-kira 10 tahun.  Berkat dukungan orangtuanya dan kemauan serta semangat Azharianto yang tinggi untuk bisa, maka dia berhasil menamatkan pendidikan strata dua dan bekerja di Kementerian Keuangan sebagai Kepala Sub Bidang Informasi dan Pustaka.

“ODE harus memiliki keyakinan yang kuat dalam hati dan percaya diri bahwa aku bisa dan berani maju terus untuk mencapai kesuksesan,” kata Azharianto, disela-sela acara  seminar media tentang Yes I Can: Saya pasti bisa! Saya harus bia! Yang diselenggarakan olehYayasan Epilepsi Indonesia (YEI) dengan dukungan PT Abbott Indonesia, Rabu (23/3/2016).

Sementara itu, dr.Irawati Hawari, SpS, Ketua YEI  mengatakan

epilepsi adalah salah satu penyakit neurologi yang dapat terjadi pada semua orang tanpa batasan usia, jenis kelamin, ras, maupun status sosial ekonomi.

Pada serang epilepsi, katanya, terjadi  aktifitas/cetusan listrik abnormal di otak dengan bentuk manifestasi berupa serangan kejang atau bentuk lain seperti perubahan tingkah laku, perubahan kesadaran dan perubahan-perubahan lain yang hilang timbul baik yang terasa atau terlihat.

Ganguan di otak tersebut dapat disebabkan antara lain oleh kerusakan jaringan misalnya tumor otak, cedera kepala, atau akibat gejala sisa dari suatu penyakit seperti infeksi otak, gangguan pembuluh darah otak, cacat lahir, kelainan genetik, dan  30% tidak diketahui penyebabnya.

Penyakit epileksi, kata Irawati, tidak hanya berdampak pada penyandang itu sendiri, tapi juga terhadap keluarga dan lingkungan sekitarnya. Bagi ODE hambatan yang ditakutkan adalah bila terjadi bangkitan epilepsi mendadak dan berisiko menimbulkan cidera fisik.

Pihak keluarga harus memperhatikan hal lain yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya bangkitan disamping minum obat teratur, tidur atau istirahat yang cukup, makan teratur, hindari kelelahan/aktivitas yang berlebihan, hindari stress psikologis. Untuk epilepsi tertentu hindari menonton televisi atau berada di depan komputer yang menyala dalam waktu terlalu lama.

Penyakit ODE, katanya, tidak berhubungan dengan IQ. Oleh karena itu, penting bagi ODE untuk mengenali potensi yang ada pada dirinya, agar mereka bisa menunjukan kepada keluarga dan masyarakat sekitar bahwa mereka juga dapat berprestasi.

Lalu praktisi psikolog Aska Primardi  yang juga peneliti perilaku konsumen mengadakan ada beberapa faktor penghambat ODE dalam mengembangkan potensi dirinya.

Pertama adalah faktor medis semakin sering terkena serangan dapat mengakibatkan semakin sering penurunan kemampuan otak dalam berfikir dan mengingat.

Hal tersebut mengakibat ODE kesulitan  dalam menjalani  aktivitas sehari-hari, atau mengembangkan potensi dirinya. Kedua faktor psikologis yang berhubungan dengan kecemasan, penurunan harga diri, penurunan kepercayaan diri, depresi.

Ketiga dalah faktor sosial yang persepsi negatif tentang epilepsi yang membuat masyarakat umum takut atau tidak mau bergaul dengan ODE.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan ODE untuk mengatasi hambatan yang timbul adalah dengan mengkonsumsi obat secara rutin dalam waktu yang lama, mencoba belajar hidup bersahabat dengan epilepsi dimulai dengan menerima fakta, bahwa dirinya ODE.

Emosi positif akan membantu ODE dalam memahami kelebihan dan keterbatasanya yang ada dalam dirinya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan epilepsi
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top