Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INACRAFT 2016: Sulam Bayangan Khas Pesisir Selatan, Sumbar Pernah Raih Penghargaan UNESCO

Di Sumatera Barat terdapat sebanyak 70 macam sulaman. Salah satu di antaranya sulaman bayangan. Apakah Anda sudah mengenal sulaman bayangan?
Reni Efita
Reni Efita - Bisnis.com 23 April 2016  |  19:51 WIB
INACRAFT 2016: Sulam Bayangan Khas Pesisir Selatan, Sumbar Pernah Raih Penghargaan UNESCO
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Di Sumatera Barat terdapat sebanyak 70 macam sulaman. Salah satu di antaranya sulaman bayangan. Apakah Anda sudah mengenal sulaman bayangan?

Mungkin  sudah punya produknya tapi tidak mengenal tentang sulaman tersebut. Atau belum kenal sama sekali tentang sulaman bayangan. Sulaman bayangan itu pernah meraih penghargaan UNESCO dan Inacraft Award?

Sulaman bayang itu mempunyai keunikan, pengerjaannya juga menggunakan jarum dan benang yang dijahit tangan dengan teliti dari bagian dalam, tapi motifnya terlihat di bagian luar.

“Produk sulaman bayangan merupakan salah produk kerajinan Sumatera Barat yang pernah mendapatkan penghargaan Inacraft dan UNESCO,” kata Ketua Dekranasda Sumatera Barat  Nevi Zuairina setelah acara pemberian penghargaan Inacraft Award 2016 di JCC, Jumat (22/4/2016).

Kebudayaan Minangkabau menjadi ikon penyelenggaraan Inacraft yang berlangsung 22-24 April 2016  di JCC. Sumatera Barat, kata  isteri Gubernur Sumatera Barat ini, membawa sebanyak kurang lebih 40 UKM  yang lebih banyak dari kegiatan Inacraft tahun-tahun sebelumnya, karena Sumatera Barat baru kali ini menjadi icon Incraft. Pada Inacraft yang  berlangsung sampai 24 April 2016 terdapat pengusaha tenun sulaman bayangan  Kagasa, Rosalinda Neneng, dan Gusfitri asal Kab.Pesisir Selatan yang merupakan sentra pengrajin sulaman bayangan di Sumatera Barat.

Salah satu di antaranya  Wati Amril, pemilik sulaman bayangan dan aplikasi Kagasa. Dia pernah meraih pengharagaan desain terbaik Incraft Award 2009 dan UNESCO pada 2010  itu mengatakan sulaman bayangan itu berasal dari sulaman kaligrafi di Desa Barung Balantai, Kec. Koto  XI Tarusan, Kab. Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Lalu pada 1992, ibu tiga anak ini mengembangkan motif, meningkatkan mutu jahitan dan pengembangan produk. “Motif saya rancang sendiri. Ada bunga kembang sepatu, motif bunga ros, motif pakis,” kata Wati disela pameran Inacraft 2016 di Hall B, JCC, Jumat (22/4/2016).

Produknya dapat berupa selendang empat persegi panjang yang terbuat dari bahan sutra organdi, mukena, taplak meja, baju. Trend sekarang memadukan warna kontras antara bahan dasar dan motif bayangan.

Satu selendang, kata Watik, 55,  bisa selesai satu bulan. Pengerjaannya perlu ketelitian dan kerapihan. Dengan pengerjaan yang teliti dan rapih itu, maka selendang sulaman bayangan itu bisa dipakai kedua sisinya. Kalau dibalik memakai selendang itu, maka motifnya menjadi sulaman aplikasi.

Harga selendang sulaman bayangan itu berkisar Rp1 juta-Rp1,5 juta, mukena Rp500.000-Rp2 juta, baju Rp300.000-Rp700.000.

Target pasarnya adalah kelas menengah. Pembelinya kebanyakan pesanan. Ada juga pembelinya dari Malaysia. Showroom Kagasa terdapat di kota Padang.    

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

INACRAFT 2016
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top