Fiksi Spionase: Indonesia Menggebrak Lewat Subject 09 dan Allblack

Dua orang penulis indie asal Bandung membuat sebuah ‘pergerakan eksperimental’ untuk mematahkan argumen bahwa hanya negeri-negeri barat yang mampu membuat fiksi spionase. Mereka adalah Fathi Anshory dan Bima Kirana.
Tisyrin Naufalty Tsani | 08 Juni 2016 00:34 WIB
Ilustrasi - subject09.web.id

Bisnis.com, JAKARTA - Kreator Indonesia terbilang jarang menggarap subgenre fiksi spionase. Jika membicarakan soal subgenre yang satu ini, yang terbayang pastilah judul-judul populer luar negeri, seperti Jason Bourne, James Bond, The Day of The Jackal, Mission Impossible, Syphon Filter, atau Splinter Cell.

Negeri-negeri barat memang telah dikenal sebagai pabrik fiksi spionase yang besar dan sukses. Coba lihat bagaimana suksesnya James Bond di kalangan pecinta fiksi spionase, novel yang berasal dari Inggris ini penggemarnya tersebar dari ujung barat hingga ujung timur dunia.

Akan tetapi, fakta tersebut tak bisa menjadi standar bahwa fiksi spionase harus berasal dari barat. Tidak. Dua orang penulis indie asal Bandung membuat sebuah ‘pergerakan eksperimental’ untuk mematahkan argumen bahwa hanya negeri-negeri barat yang mampu membuat fiksi spionase. Mereka adalah Fathi Anshory dan Bima Kirana.

Bima mengatakan, membuat fiksi spionase adalah tantangan tersendiri, karena perlu meriset bagaimana semestinya seorang intel berpikir dan bertindak. Hal tersebut tidaklah mudah, tetapi dia merasa senang melakukannya karena memang menyukai bidang spionase dan belum ada kisah spionase Indonesia yang bisa bersanding di dunia internasional seperti James Bond dan Jason Bourne.

“Kami ingin mendorong penulis-penulis lain untuk menyukai subgenre ini, sehingga akan lebih banyak fiksi-fiksi spionase asal Indonesia yang bisa bersaing di tingkat internasional nantinya," ujarnya melalui siaran pers.

Dua penulis light novel online ini merancang cerita spionase yang sama menariknya dengan novel-novel spionase barat—Fathi dengan light novel yang berjudul Allblack, sementara Bima dengan light novel yang berjudul Subject 09. Light novel adalah novel yang disertai animasi.

Meskipun dirasa terlalu edgy oleh beberapa orang, akan tetapi kedua light novel yang sama-sama menggandeng ilustrator bernama Ekkigo ini sudah dibaca hingga 9.000 kali di platform Wattpad—sebuah angka yang cukup signifikan untuk subgenre yang sulit dicerna oleh pembaca umum.

Allblack mengisahkan tentang seorang agen rahasia yang lupa ingatan dan terjebak dalam sebuah dimensi mimpi. Selain menyuguhkan aksi yang alot dan cara berpikir layaknya anggota intelijen, Allblack juga menyuguhkan adegan-adegan yang begitu mindblown karena sang karakter utama harus terjebak di dalam sebuah mimpi yang terasa begitu nyata. Dia mencari banyak jati diri melalui mimpinya yang sangat dinamis, membuat para pembaca harus berpikir ekstra untuk bisa masuk ke dalam ruang psikologis yang sangat misterius tersebut.

Berbeda dengan Allblack, Subject 09 adalah light novel yang mengisahkan tentang mantan agen ultra top-secret yang dilatih pada akhir masa kejayaan rezim Soeharto. Subject 09 sendiri adalah nama khusus yang disematkan oleh pemerintah kepada salah seorang agen terbaiknya. Tujuan awalnya adalah untuk melibas semua agen asing yang berusaha memanfaatkan ketidakstabilan politik di akhir masa pemerintahan Presiden Soeharto. Namun sayang, ada keputusan salah yang diambil oleh pemerintah, hingga akhirnya membuat Subject 09 mengamuk dan membelot.

Subject 09 lebih mengandalkan realisme dalam dunia spionase. Bima menyuntikkan elemen-elemen nyata hankam dari luar maupun dalam negeri, seperti Grup 3/Sandi Yudha Kopassus, CIA, DGST (dinas intelijen Maroko), hingga PT Pindad yang sangat berjasa menciptakan alat-alat spionase.

Meskipun kedua bacaan tersebut tak umum bagi audiens di Indonesia, tetapi keduanya dibawakan dengan bahasa yang mudah dicerna oleh pembaca. Selain itu, keduanya tampak disisipkan oleh beberapa ilustrasi nan ciamik mengikuti gaya light novel Jepang pada umumnya. Itulah mengapa mereka lebih suka menyebut karya mereka light novel atau novel ringan dibandingkan dengan novel konvensional.

Mereka berdua ingin Indonesia juga bisa menelurkan fiksi spionase yang tak kalah menarik dengan fiksi-fiksi spionase barat.

Tag : spionase
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top