Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Merusak Perkembangan, Kemenkes: Obesitas pada Anak Harus Dihentikan

Pemerintah mendorong kampanye untuk memerangi obesitas anak rangka hari obesitas sedunia yang diperingati setiap tanggal 11 Oktober.
Rezza Aji Pratama
Rezza Aji Pratama - Bisnis.com 31 Oktober 2016  |  11:49 WIB
Bocah penderita obesitas ekstrem asal Karawang, Arya Permana, (kiri) bersama teman-temannya bersiap-siap mengikuti pendidikan di kelas IV Sekolah Dasar - Antara/M. Ali Khumaini
Bocah penderita obesitas ekstrem asal Karawang, Arya Permana, (kiri) bersama teman-temannya bersiap-siap mengikuti pendidikan di kelas IV Sekolah Dasar - Antara/M. Ali Khumaini

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mendorong kampanye untuk memerangi obesitas anak rangka hari obesitas sedunia yang diperingati setiap tanggal 11 Oktober.

Lily S. Sulistyowati, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, mengatakan untuk tahun ini tema yang diangkat secara global adalah calling for urgent goverment action to end childhood obesity.

Tema ini diangkat untuk mendorong pemerintah dalan mengambil tindakan segera untuk memenuhi komitmen menghentikan prevalensi obesitas 2025. "Pada 2014 terdapat 41 juta anak mengalami berat badan berlebih dan obesitas," ujarnya, Senin (31/10/2016).

Lily menuturkan di Indonesia berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan sebanyak 18,8% anak usia 5-12 tahun mengalami kelebihan berat badan dan 10,8% menderita obesitas.

Kondisi ini memprihatinkan karena obesitas memberikan dampak buruk terhadap tumbuh kembang anak terutama di aspek organik dan psikososial. Obesitas pada anak juga berisiko menyebabkan berbagai penyakit di masa dewasa.

Lily menjelaskan obesitas anak disebabkan beberapa faktor seperti gaya hidup tidak sehat. Jumlah asupan energi berlebih, kebiasaan mengonsumsi jenis makanan dengan kepadatan energi yang tinggi, jadwal makan tidak teratur, tidak sarapan, kebiasaan mengemil, serta teknik pengolahan makanan turut memicu obesitas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obesitas
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top