Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Discovery Communication Luncurkan Iklan Kampanye Hentikan Penjualan Hewan Langka

Sebagai dukungan pada komitmen dalam menyelamatkan spesies paling langka dunia, Discovery Networks Asia-Pacific hari ini mengumumkan peluncuran iklan layanan masyarakat terbaru.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 18 November 2016  |  14:26 WIB
Discovery networks Asia Pasifik - youtube
Discovery networks Asia Pasifik - youtube

Bisnis.com, JAKARTA- Sebagai dukungan pada komitmen dalam menyelamatkan spesies paling langka dunia, Discovery Networks Asia-Pacific hari ini mengumumkan peluncuran iklan layanan masyarakat terbaru.

Iklan layanan masyarakat ini dinarasikan oleh aktor Edward Norton dan akan akan ditayangkan di kanal-kanal Discovery di Asia  Pasifik guna membantu meningkatkan kesadaran dan menghentikan, perdagangan ilegal produk-produk spesies langka.

Iklan ini merupakan bagian dari kampanye multiplatform untuk meningkatkan kesadaran tentang dan menurunkan permintaan akan produk-produk hewan liar yang dijual secara ilegal. Peringatan ini ditujukan untuk masyarakat global agar dapat lebih paham dalam melakukan pembelian, karena pembelian tanpa didasari pemahaman ini secara tidak langsung mempengaruhi perdagangan ilegal hewan liar.

Dalam penayangan Iklan Layanan Masyarakat ini di Afrika dan Asia Pasifik, Discovery bermitra dengan kampanye Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) tentang Lingkungan dan Kehidupan Liar (United Nations (UN) Environment and the Wild for Life campaign), yang diluncurkan pada bulan Mei 2016.

#WildforLife bertujuan untuk menggerakkan jutaan orang untuk berpartisipasi di dalam proses pencanangan komitmen dan melakukan aksi melawan perdangan ilegal hewan liar.

Erik Solheim, Kepala UN Environment, mengatakan perdagangan ilegal hewan liar mendorong punahnya banyak spesies. Karenanya harus mengubah perilaku masyarakat dan menggerakkan mereka untuk menghentikan tragedi ini, dan butuh generasi berikutnya untuk  menjadi konsumen yang lebih bertanggungjawab dan pemelihara yang lebih peduli.

"Untuk mewujudkannya, kami membutuhkan kerjasama antara sektor publik dan swasta. Oleh karena itu, kami sangat senang dapat bekerja dengan Discovery Communications dalam upaya untuk  menghentikan perdagangan ilegal hewan liar. Perdagangan ini mempercepat kerusakan alam kita, namun kita dapat mencegahnya bersama.” ujar Arthur Bastings, Presiden dan Managing Director, Discovery Networks Asia-Pacific, dalam siaran persnya

Ted Osius, Duta Besar Amerika Serikat untuk Vietnam, mengatakan, “Konferensi Hanoi Tentang Perdagangan Ilegal Hewan Liar merupakan kesempatan yang luar biasa bagi masyarakat global  dapat bersatu dan mengambil sikap tegas melawan perdagangan ilegal yang menghancurkan alam kita. Pemerintahan Vietnam harus dipuji karena telah mewadahi pertemuan penting ini dan merangkul  pemimpin dunia, organisasi non-pemerintah dan sektor swasta untuk bekerjasama guna mewujudkan solusi nyata dalam menuntaskan perdagangan ilegal hewan liar, sebuah krisis global.”

Menurut Wildlife Conservation Society, perdagangan hewan liar saat ini diperkirakan telah menjadi  perdagangan ilegal terbesar keempat setelah perdagangan obat-obatan terlarang, manusia, dan senjata, dengan nilai 19 miliar dollar AS setiap tahunnya (tidak termasuk ikan dan kayu).

Discovery belakangan ini telah meluncurkan Proyek C.A.T., sebuah kerjasama bersejarah dengan World Wildlife Fund (WWF) untuk menyelamatkan salah satu spesies paling langka dunia – harimau.

Discovery membiayai dan membantu konservasi area suaka seluas hampir 1 juta acre (sekitar 400.000 hektar) di perbatasan India-Buthan guna melindungi dan meningkatkan populasi harimau liar. Dengan diberikan ruang yang cukup, mangsa dan perlindungan akan perburuan, maka dipercaya  populasi harimau akan meningkat. Selama seratus tahun terakhir ini, populasi harimau liar telah turun drastis sebesar 96% menjadi kurang dari 4.000. Proyek C.A.T. bertujuan untuk menggandakan populasi ini pada tahun 2022.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wwf hewan langka
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top