Anna Mariana Pelopori Tenun dan Songket khas Betawi

Bamus Betawi dan Forum Pemuda Betawi 2000 menyelenggarakan penobatan Anna Mariana sebagai tokoh dan pelopor perempuan yang memberi inspirasi dan inovasi baru terhadap budaya Betawi, melalui gagasannya dalam menciptakan tenun dan songket khas Betawi.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 09 Februari 2017  |  11:13 WIB
Anna Mariana Pelopori Tenun dan Songket khas Betawi
Tenun songket Betawi -

Bisnis.com JAKARTA-- Bamus Betawi dan Forum Pemuda Betawi 2000 menyelenggarakan penobatan Anna Mariana sebagai tokoh dan pelopor perempuan yang memberi inspirasi dan inovasi baru terhadap budaya Betawi, melalui gagasannya dalam menciptakan tenun dan songket khas Betawi.

Akhir 2016 lalu, bersama Badan Musyawarah Betawi Anna Mariana yang  juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Sejarah Kain Tenun Nusantara mempelopori hadirnya tenun dan songket Betawi. Menurut Anna, dalam budaya masyarakat Betawi, belum pernah ada tenun dan songket.

“Yang ada hanya kain batik dengan motif kembang-kembang dengan selalu ada motif ondel-ondel ataupun gambar Monas. Produksi ini kemudian hanya kita kenal sebagai kain dari batik cap, batik tulis, batik printing dan bukan tenun yang terbuat handmade," ujarnya di Jakarta, Kamis (9/2/2017).

Karena itu, Anna Mariana bersemangat mempelopori kelahiran tenun dan songket khas milik Betawi. Soal desain,  misalnya, ia tetap mengangkat motif asli dan tidak menghilangkan ciri khas Betawi.

“Seperti kain yang saya dan suami pakai untuk acara Bamus hari ini  terdapat  motif ondel-ondel  dengan warna kuning sirih. Sementara kain untuk para Abang dan None terdapat beragam motif, ada bunga-bungan, penari cokek, Monas dan Kembang api," jelasnya.

Menurut Anna proses pengerjaan kain songket dan tenun  sangat khas dan  memerlukan waktu lama, yaitu sekitar enam bulan bahkan bisa sampai setahun. Terlebih  untuk  menghasilkan tenun kelas premium dengan menggunakan benang sutera.

Untuk itu, menurut Anna, pengembangan tenun dan songket Betawi dirasa perlu. Bukan hanya membuka peluang kerja bagi para penenun, juga membuat catatan sejarah baru bagi jenis kain yang akan diproduksi di Jakarta. 

Anna yang juga berprofesi sebagai konsultan hukum ini sudah menekuni bidang fesyen lebih dari 33 tahun. Dengan awalnya hanya mengkhususkan diri pada karya tenun dan songket Bali, ia menciptakan motif-motif  tenun dan songket baru yang memiliki ciri khas dan corak tersendiri.

Kain-kain karyanya ditenun dari beragam jenis benang. Mulai dari benang emas, benang perak, benang katun, benang sutera dan benang kombinasi.

“Saya sudah  mendesian lebih dari 3.000 motif, dan sebagian besar sudah saya patenkan,” ujarnya.

Dalam mewujudkan karyanya, Anna membina dan mempekerjakan lebih dari sejuta pengrajin di seluruh wilayah Indonesia. Mereka mempunyai keahlian  dengan hasil karya bercita seni tinggi. Mereka, lanjutnya, sudah puluhan tahun berkarir dengan tenun, sehingga sangat piawai. Rata-rata mereka tinggal dan menetap di Bali.

"Dan dengan dana pribadi tanpa bantuan pemerintah, saya mengikat mereka, dengan menyediakan modal kerja. Agar ada kepastian penghasilan bagi mereka. Dan saya pun punya kepastian, bahwa hasil karya mereka saya dapatkan tepat waktu," ujar Anna.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tenun songket, betawi

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top