Desainer Lokal Asal Jogja Rilis Koleksi Pashmina Hijab Batik

Dunia fashion hijab di Indonesia semakin berkembang dari masa ke masa, baik secara corak dan juga modelnya. Hal itu tidak lepas dari begitu tingginya minat para pemakai hijab dari berbagai kalangan baik itu anak-anak, gadis remaja, ibu-ibu dari berbagai strata sosial yang berbeda dan juga estetika mode yang selalu up grade mengikuti selera pasar.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 12 April 2017  |  09:46 WIB
Desainer Lokal Asal Jogja Rilis Koleksi Pashmina Hijab Batik
Koleksi hijab D'Amour - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Dunia fashion hijab di Indonesia semakin berkembang dari masa ke masa, baik secara corak dan juga modelnya. Hal itu tidak lepas dari begitu tingginya minat para pemakai hijab dari berbagai kalangan baik itu anak-anak, gadis remaja, ibu-ibu dari berbagai strata sosial yang berbeda dan juga estetika mode yang selalu up grade mengikuti selera pasar.

Membaca potensi market bisnis hijab di Indonesia yang sangat potensial, D’Amour Brand, produsen lokal hijab dan juga busana muslim meluncurkan 5 motif (Erosion, Gardenia Rose, Jewel Rose, Spinning Coral, Jaguar Sport) unggulan desain hijab Pashmina, hijab bercorak batik yang berkonsep tradisional modern

“Batik adalah sebuah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan menjadi bagian dari budaya Indonesia yang harus kita lestarikan. Proses pembuatannya pun unik dengan ditulis,dicap dan dilukis. Dengan di luncurkannya 5 motif desain hijab Pashmina, kami ingin agar para pemakai hijab mendapat alternatif pilihan mode yang kental dengan budaya kita namun secara model tampilannya elegan, modis dan juga islami,” ujar Suteja pemilik D’Amour Brand

Dia mengatakan hijab Phasima D’Amour terbuat dari 100% rayon yang nyaman dikenakan dan lembut dikulit rambut dan tidak gatal ataupun menggangu kenyaman pemakainya pada saat beraktifitas. Pembuatannya hijab ini diproduki di Jogja dengan landasan filosofi mengusung tanah jawa sebagai landasannya.

Hadirnya D’Amour sebagai hijab pashmina batik diharapkan menjadi trendsetter didunia fashion yang semakin berkembang, selain untuk meningkatkan dan melestarikan kerajinan batik itu sendiri. Harapan lainya, D’amour dapat menjadi hijab pashmina batik yang mampu bersaing dengan fashion kelas internasional.

“Saya ingin kelak D’Amour dapat berekspansi sampai ke luar negeri, namun sebelumnya kami harus mematangkan dan juga memperkuat strategi bisnis didalam negeri dulu. Setelah itu kami akan menganalisa seraya mencari celah peluang bisnis ke luar. Yang jelas desainer lokal Indonesia tidak kalah bersaing dengan luar,” tambah Suteja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
desainer lokal

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top