Ini Dampak Anak Jadi Saksi Bullying

Bullying telah lama menjadi isu krusial yang mengintai anak-anak.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 25 April 2017  |  22:25 WIB
Ini Dampak Anak Jadi Saksi Bullying
Ilustrasi kekerasan verbal di kalangan anak-anak - Istimewa

Bisnis.com,  JAKARTA-- Bullying telah lama menjadi isu krusial yang mengintai anak-anak.

Mungkin anak Anda bukan termasuk yang menjadi korban, melainkan saksi dari perilaku bullying yang dilakukan oleh teman-temannya di sekolah.

Menjadi saksi ternyata juga bisa berdampak pada rasa ketidaknyamanan anak.

Berdasarkan lembar fakta yang ditunjukkan oleh Unicef, beberapa dampak yang dapat dirasakan oleh anak yang menjadi saksi bullying di antaranya adalah rasa marah karena tidak tahu harus berbuat apa, ketakutan jika menjadi target bully selanjutnya, rasa bersalah karena tidak bisa bertindak apa-apa, dan merasa takut berada di sekolah.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasi melalui Journal of Clinical Child and Adolescent Psychology, anak-anak memiliki keberanian untuk mengintervensi kejadian bullying yang menimpa temannya ketika diajarkan oleh orang tuanya.

Sekitar satu dari 10 anak menjadi korban bullying di Amerika Serikat. Riset sebelumnya telah meneliti tentang dampak pola pengasuhan tertentu terhadap kemungkinan anak menjadi korban intimidasi.

Namun, belum ada penelitian terhadap pengaruh orang tua terhadap anak yang menjadi saksi.

Studi ini melibatkan 1.440 siswa kelas empat dan lima atau sekitar 11 tahun. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan para orang tua lewat proses wawancara.

Observasi dilakukan untuk mengetahui perilaku anak ketika dihadapkan dalam situasi bullying.

Adapun interview pada orang tua dimaksudkan untuk mengetahui pola asuh anak ketika menghadapi situasi bullying.

“Di sekolah, anak-anak yang melakukan intervensi untuk menghentikan bullying dan berusaha menenangkan teman sekelasnya yang menjadi korban biasanya adalah anak-anak yang diajarkan oleh orang tuanya untuk melakukan hal demikian,” kata Stevie Grassetti, peneliti psikologi di University of Delaware seperti dikutip dari Reuters.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
parenting, Bullying

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top