2040, Penderita Diabetes di Indonesia Diprediksi 16,2 Juta

AstraZeneca mengumumkan hasil dari studi nyata skala besar pertama yang mengevaluasi tingkat rawat inap karena gagal jantung dan kematian oleh berbagai penyebab pada pasien dengan DM tipe-2 yang menerima perawatan dengan kelas terapi terbaru dari obat diabetes SGLT-2 (SGLT-2 inhibitor).
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 28 April 2017  |  16:42 WIB
2040, Penderita Diabetes di Indonesia Diprediksi 16,2 Juta
Ilustrasi pengecekan kadar gula darah terhadap penderita diabetes melitus - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - AstraZeneca mengumumkan hasil dari studi nyata skala besar pertama yang mengevaluasi tingkat rawat inap karena gagal jantung dan kematian oleh berbagai penyebab pada pasien dengan DM tipe-2 yang menerima perawatan dengan kelas terapi terbaru dari obat diabetes SGLT-2 (SGLT-2 inhibitor).

Studi CVD-Real itu menganalisis data yang diperoleh dari lebih 300.000 pasien di 6 negara, dimana 87% diantaranya tidak memiliki riwayat komplikasi penyakit jantung dan pembuluh darah (CVD).

Data tersebut menunjukkan, bahwa pasien diabetes melitus (DM) tipe 2 yang telah menerima pengobatan penghambat SGLT-2 (SGLT-2 inhibitor), tingkat rawat inapnya dapat diturunkan hingga 39% (p<0.001) dan angka kematian diturunkan hingag 51% (p<0.001).

Sementara itu, untuk hasil gabungan dari rawat inap karena gagal jantung dan kematian karena berbagai penyebab, angka penurunannya tercatat 46% (p<0.001).

1 dari 10 Orang

Di seluruh dunia, diabetes mempengaruhi kehidupan dari sekitar 415 juta orang dewasa. Angka tersebut diperkirakan akan naik hingga 642 juta pada 2040 (1 dari 10 orang dewasa).

Pasien dengan DM tipe 2 memiliki risiko 2-3 kali lebih besar terkena gagal jantung dan memililki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung atau stroke. Sekitar 50% dari angka kematian pada pasien DM tipe 2 disebabkan oleh komplikasi penyakit kardiovaskular.

Spesialis penyakit dalam dan konsultan kardiovaskular Idrus Alwi menjelaskan, pada 2015 ada 10 juta orang dengan penyakit diabetes di Indonesia. Pada 2040, angka tersebut diperkirakan naik hingga 16,2 juta.

“Angka tersebut tentunya sangat menakutkan bagi masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, hasil studi ini menjadi aset penting yang dapat menjadi pertimbangan untuk perawatan bagi pasien DM tipe 2 dengan pengobatan kelas terapi terbaru dari obat diabetes, penghambat SGLT-2 (SGLT-2 inhibitor),” paparnya dalam siaran pers, Jumat (28/4/2017).

Diabetes adalah epidemi yang terus meluas didunia dan berkaitan dengan komorbiditas signifikan yang berkontribusi pada tingkat rawat inap yang sangat mahal bahkan kematian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
diabetes melitus

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top