Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RI Masih Jadi Episentrum Flu Burung, Ini Respons Kemenko PMK

Penguatan kapasitas dan dukungan pemerintah dalam pencegahan pandemi penyakit yang baru muncul dinilai krusial.
Kurniawan A. Wicaksono
Kurniawan A. Wicaksono - Bisnis.com 18 Juli 2017  |  20:05 WIB
RI Masih Jadi Episentrum Flu Burung, Ini Respons Kemenko PMK
Ilustrasi - Unggas yang dapat memicu wabah flu burung - abcnews.go.com

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan kapasitas dan dukungan pemerintah dalam pencegahan pandemi penyakit yang baru muncul dinilai krusial.

Staf Ahli Menteri Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Bidang SDG Pasca 2015 Ghafur Akbar Dharma Putra mengatakan hal ini penting mengingat sejak 2005, Indonesia menjadi salah satu episentrum penularan Avian Influenza H5NI alias flu burung pada manusia di dunia.

Adapun, jumlah kematian dan kasus pada manusia di Tanah Air lebih banyak dibandingkan dengan negara lain hingga tahun 2014. Ancaman yang masih berlangsung disertai adanya Virus ZIKA dan kemunculan wabah ebola dan MERS-CoV di Afrika dan Timur Tengah menjadi faktor yang menyulut pentingnya penguatan kapasitas.

“Mengarisbawahi pentingnya penguatan kapasitan dan dukungan terhadap pemerintah Indonesia dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons ancaman kesehatan masyarakat yang baru atau yang muncul kembali, serta yang meluap dari populasi hewan ke manusia,” ujarnya, seperti dikutip dari laman resmi Kemenko PMK, Selasa (18/7/2017).

Pemerintah Indonesia, sambungnya, telah bekerja sama dengan United States Agency for International Development (USAID) dalam pencegahan, deteksi, dan respons atas penyakit menular yang diwujudkan melalui Program Emerging Pandemic Threat tahap kedua (EPT-2).

Program EPT-2 yang diluncurkan pada Januari 2015 ini disusun berdasarkan pencapaian program sebelumnya dalam bidang surveilans penyakit, pelatihan, kesiapan, serta kesiagaan dalam menghadapi wabah.

Dalam pelaksanaanya, program tersebut melibatkan berbagai kementerian, perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah daerah, badan-badan Internasional – seperti WHO, FAO, DFAT, dan CDC – , serta pemangku kepentingan lainnya.

Sebagai bagian dari upaya untuk memastikan pelaksanaan kegiatan terkoordinasi dengan hasil yang mampu berkontribusi terhadap pencapaian sasaran pembangunan pemerintah Indonesia, perlu penyusunan rencana kerja yang melibatkan seluruh pihak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

flu burung kemenko pmk
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top