Zaskia Sungkar sudah Keluar dari RS, tapi Masih Pemulihan di Malaysia

Pasca menjalani operasi endosimetris di Kuala Lumpur Malaysia, Zaskia Sungkar akhirnya diperbolehkan pulang dari rumah sakit oleh pihak dokter.
Mia Chitra Dinisari | 26 November 2017 06:50 WIB
Irwansyah Zaskia Sungkar, Laudya Cynthia Bella usai Zaskia keluar dari RS - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Pasca menjalani operasi endometriosis di Kuala Lumpur Malaysia, Zaskia Sungkar akhirnya diperbolehkan pulang dari rumah sakit oleh pihak dokter.

Meski demikian, Kia, begitu dia akrab disapa harus menjalani pemulihan selama dua hari di Malaysia sebelum pulang ke Indonesia.

Kabar melegakan itu dibagikan Irwansyah, dalam akun instagramnya. "Lunch time. Alhamdulillah, bebeh udah keluar hospital hari ini. Semoga cepet ilang sakit bekas jahitannya. Setelah recovery bisa pulang ke rumah. Amin," tulisnya.

Dalam foto yang berlokasi di Hotel Mandarin Oriental Kuala Lumpur itu, Zaskia Sungkar tampak ditemani oleh Laudya Cynthia Bella, suaminya dan Aleesya putri mereka.

Senada dengan Irwansyah, Zaskia juga dalam insta storynya menuliskan dia sudah pulang dari RS. "Alhamdulillah, udah keluar hospital..two more days for recovery. Gak sabar pengen pulang," tulisnya.

Zaskia Sungkar menjalani operasi 

Endometriosis yakni, radang yang terkait dengan hormon estradiol/estrogen berupa pertumbuhan jaringan endometrium yang disertai perambatan pembuluh darah, hingga menonjol keluar dari rahim (pertumbuhan ectopic) dan menyebabkan pelvic pain.

Endometriosis dikatakan terkait dengan estrogen sebab perkembangan dan simtoma yang ditimbulkan akan hilang seiring datangnya menopause, oleh karena itu perawatan paling umum bagi penderita radang ini adalah penggunaan terapi hormonal yang menginduksi kondisi hipoestrogenik. Estrogen merupakan kelompok hormon steroid yang disekresi ovarium setelah distimulasi oleh FSH dan/atau LH yang disekresi oleh kelenjar hipofisis. Lebih lanjut sekresi FSH dan LH dihambat oleh hormon GnRH yang disekresi oleh hipotalamus.

Setelah kista endometriosis telah terbentuk sepenuhnya, muncul simtoma hiperalgesia vaginal yang disertai dengan hiperalgesia otot perut. Jaringan di sekitar kista akan mensekresi berbagai sitokina antara lain IL-1, IL-6, IL-8, dan IL-10, TNF-α, faktor pertumbuhan seperti VEGF dan NGF.

Biasanya endometriosis terbatas pada lapisan rongga perut atau permukaan organ perut. Endometrium yang salah tempat ini biasanya melekat pada ovarium (indung telur) dan ligamen penyokong rahim. Endometrium juga bisa melekat pada lapisan luar usus halus dan usus besar, ureter (saluran yang menghubungan ginjal dengan kandung kemih), kandung kemih, vagina, jaringan parut di dalam perut atau lapisan rongga dada. Kadang jaringan endometrium tumbuh di dalam paru-paru.

Endometriosis bisa diturunkan dan lebih sering ditemukan pada keturunan pertama (ibu, anak perempuan, saudara perempuan). Faktor lain yang meningkatkan risiko terjadinya endometriosis adalah memiliki rahim yang abnormal, melahirkan pertama kali pada usia di atas 30 tahun dan kulit putih.
Endometriosis diperkirakan terjadi pada 10-15% wanita subur yang berusia 25-44 tahun, 25-50% wanita mandul dan bisa juga terjadi pada usia remaja. Endometriosis yang berat bisa menyebabkan kemandulan karena menghalangi jalannya sel telur dari ovarium ke rahim.

Sedangkan fibroid Daging tumbuh non-kanker dalam rahim yang dapat muncul selama tahun-tahun masa subur seorang wanita. Penyebab fibroid tidak begitu dipahami. Faktor risiko yaitu riwayat keluarga fibroid, obesitas, atau masa awal pubertas.

Gejala termasuk perdarahan berat menstruasi, menstruasi yang lama, dan nyeri panggul. Dalam beberapa kasus, tidak ada gejala.
Penanganan berupa obat-obatan dan pengangkatan fibroid.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
artis

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top