FILM WEEKEND: Satu Hari Nanti, Antara Asmara, Perselingkuhan dan Persahabatan

Kisah asmara dan perselingkuhan yang khusus menyasar penonton di usia di atas 21 tahun menjadi target film Satu Hari Nanti.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 16 Desember 2017  |  08:41 WIB
FILM WEEKEND: Satu Hari Nanti, Antara Asmara, Perselingkuhan dan Persahabatan
Film Satu Hari Nanti - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kisah asmara dan perselingkuhan yang khusus menyasar penonton di usia di atas 21 tahun menjadi target film Satu Hari Nanti.

Film garapan Salman Aristo ini mendapuk Deva Mahenra (Bima) dan Adinia Wirasti (Alya), Ringgo Agus Rahman (Din) dan Ayushita Nugraha (Chorina) sebagai pemeran utama.

Film ini juga umumnya hanya berkisah seputar kehidupan mereka ber empat, dengan tambahan beberapa pemain figuran yang hanya muncul dalam beberapa segmen saja.

Alur ceritanya sendiri cenderung sederhana, dimana menceritakan Bima dan Alya sebagai sepasang kekasih yang tinggal di Swiss. Keduanya berusaha mengejar mimpinya masing-masing. Rasa takut menjadi modal mereka untuk bertahan satu sama lain, hinga pada akhirnya datang sepasang kekasih lainnya yaitu Din dan Chorina, sahabat Bima dan Alya.

Hari ulang tahun Bima dan Alya menjadi awal kisah. Ada yang menarik bagi Bima atas kehadiran Chorina, begitu pula kedatangan Din menjadi penyemangat hidup Alya yang Bima tak pernah mengertinya. Kini mereka bertukar pasangan, saling berusaha bahagia dan juga menyakiti.

Akhirnya mereka sadar, ada yang tak perlu lagi mereka sesalkan. Proses belajar menjadikan mereka berani untuk memilih lebih dewasa.

Film berlatar lokasi di Swiss itu, cukup banyak menarik emosi penonton saat menyaksikannya, meskipun penggarapan cerita tidak terlalu maksimal.

Namun, hal itu bisa tertutupi dengan akting ke empat pemain utama yang cukup meyakinkan. Hal yang cukup mengganggu adalah ending dari cerita yang seolah membuat pertanyaan besar pada penonton bagaimana kelanjutan hubungan Alya dan Bima, serta Chorina dan Din.

Juga bagaimana hubungan persahabatan mereka pasca terungkapnya kisah perselingkuhan mereka.

Dari sisi visual, penonton disajikan lebih banyak set di dalam apartemen Alya dan Chorina. Tidak terlalu banyak set berlokasi di luar ruangan, meskipun film ini diambil lokasinya di Swiss.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
film indonesia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top