Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Grammy 2018: Akankah Hip Hop Akhirnya Bisa Berjaya?

Setelah serentetan kegagalan dan kekecewaan, sekarang adalah waktu yang tepat untuk musik hip hop dan R&B bisa berjaya di ajang Grammy Awards yang akan dilaksanakan pada Minggu (28/1/2018) nanti.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 26 Januari 2018  |  19:59 WIB
Beyonce dan Jay-Z - Istimewa
Beyonce dan Jay-Z - Istimewa

Bisnis.com, NEW YORK - Setelah serentetan kegagalan dan kekecewaan, sekarang adalah waktu yang tepat untuk musik hip hop dan R&B bisa berjaya di ajang Grammy Awards yang akan dilaksanakan pada Minggu (28/1/2018) nanti.

Harapan ini muncul karena musisi rap seperti Jay-Z dan Kendrick Lamar kali ini mendominasi daftar nominasi untuk pemenang hadiah utama dalam ajang paling akbar di industri musik dunia tersebut.

Di sisi lain, saat ini genre musik rap juga secara resmi telah menjadi genre musik terbesar di Amerika Serikat dengan mengalahkan genre musik rock pada 2017 lalu. Namun, sejarah mencatat bahwa banyak tantangan yang tidak menguntungkan genre musik ini d ajang Grammy.

"Hip hop dan musik kulit hitam secara umum telah benar-benar masuk ke dalam nadi masyarakat A.S. dalam beberapa tahun terakhir," ujar Ross Scarano, wakil presiden konten majalah Billboard sebagaimana dikutip dari Reuters.

"Firasat saya, mungkin tahun ini akan berhasil meluruskan berbagai hal yang salah dengan musik ini. Saya pikir orang-orang berharap Kendrick Lamar dan Jay-Z akan mampu melakukannya," jelasnya.

Sepanjang 60 tahun penyelenggaraan ajang paling bergengsi di dunia musik ini, hanya dua album hip hop yang berhasil memenangkan kategori Album Terbaik Tahun ini, yakni "The Miseducation of Lauryn Hill" dari Laurin Hill pada 1999 dan album Outkast pada 2004 yang berjudul "Speakerboxxx/The Love Below".

Lamar yang menggabungkan musik jazz, puisi, dan blues dalam balutan tema sosial dan percintaan saat ini menjadi salah satu penyanyi rap paling inovatif di generasinya. Sayangnya, pada 2016 silam album "To Pimp a Butterly" yang mendapat banyak pujian dari kalangan kritikus tak berhasil membawa pulang gelar juara apapun dari ajang Grammy.

Dua tahun berselang, dia kembali masuk nominasi dengan album berjudul "Damn" dan "Humble".

Setahun yang lalu, album "25" dari  penyanyi pop Inggris Adele mengalahkan album Beyonce yang berjudul "Lemonade". Kemenangan itu mengejutkan siapapun, termasuk Adele sendiri.

Tahun ini, Jay-Z, dinominasikan untuk kategori Album Terbaik Tahun ini lewat albumnya yang berjudul "4:44". Album ini berisi pengakuannya tentang ketidaksetiaannya kepada sang istri.

Scarano menyebut salah satu kunci kesuksesan Jay-Z bisa masuk begitu banyak nominasi di ajang Grammy tahun ini adalah kejujurannya yang berhasil membawa jiwanya dalam menghadirkan perspektif baru tentang pria.

"Dia berlutut dalam album ini, ketika dia bicara dan mencurahkan jiwanya  mampu beresonansi dalam tahun di mana kita melihat begitu banyak pria melakukan tugas untuk perilaku yang benar-benar tidak pantas," katanya.

Pada malam penganugerahan di New York nanti, Jay-Z akan hadir sebagai musisi dengan delapan nominasi, terbanyak di antara musisi lainnya. Kendrik lamar menyusul dengan perolehan tujuh nominasi sementara Bruno Mars dengan enam nominasi. Selain itu, ada juga Donald Glover yang namanya masuk dalam lima kategori nominasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

grammy award

Sumber : Reuters

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top