PAMERAN LUKISAN : Menyelami Refleksi Perjalanan Antonius Kho

Setiap perjalanan yang kita lalui di dalam hidup pasti menggoreskan secercah kenanganan. Bagi perupa dan pelukis kontemporer asal Ubud, Antonius Kho, setiap kenangan yang dia dapatkan dalam perjalanannya begitu membekas di hatinya.
Wike Dita Herlinda | 04 Februari 2018 16:10 WIB

Setiap perjalanan yang kita lalui di dalam hidup pasti menggoreskan secercah kenanganan. Bagi perupa dan pelukis kontemporer asal Ubud, Antonius Kho, setiap kenangan yang dia dapatkan dalam perjalanannya begitu membekas di hatinya.

 

Antonius kerap melakukan penjelajahan ke berbagai wilayah di Indonesia dan negeri orang. Hal itu menjadi penyemangat hidupnya dan sumber inspirasi yang mendorongnya untuk aktif menelurkan karya-karya seni baru.

 

Tumpukan inspirasi yang dia dapatkan dari perjalanannya itu dituangkan dalam pameran karya lukis yang bertajuk Remembering. Pameran yang digelar di Galeri House of Sampoerna (HoS) itu dipersembahkan untuk ruang publik selama 3 Februari—3 Maret 2018.

 

Antonius menjelaskan pameran tersebut begitu istimewa baginya, karena merupakan luapan refleksi dari renungan dan kenanganan tentang catatan perjalanannya ke berbagai kota selama satu tahun terakhir.

 

Melalui pameran tersebut, dia memboyong 25 lukisannya yang mengandung berbagai tema. Salah satu yang cukup mencuri perhatian adalah lukisan Cambodia Young Girl yang memvisualisasikan wajah-wajah gadis Kamboja yang dia jumpai saat menggelar instalasi seni di sana.

 

Ada juga karya yang berjudul Melancholy, yang sarat goresan yang menceritakan suasana hati Antonius tentang ingatan masa kecilnya di Klaten dan tempat-tempat yang biasa dia kunjungi seperti Borobudur dan Prambanan.

 

Dia mengaku sangat terinspirasi oleh candi-candi purba tersebut dan kagum pada keindahan pahatan relief yang dijumpainya. Kekagumannya itu membawanya melahirkan karya lain yang diberi nama Daydreaming.   

 

Sebagaimana ciri khas karya-karya seni rupa Antonius, setiap lukisan yang dia pamerkan sangat menitikberatkan pada penggunaan palet warna yang lembut seperti jingga, putih, coklat, dan hijau muda yang dikombinasikan dari pewarna akrilik, pastel, dan pensil warna.

 

Kritikus seni asal India, Dipika Rai, berpendapat karakter lukisan Antonius memiliki warna hasil goresan tangan yang sangat original. “Palet yang dia gunakan sangat beragam dan mampu menghipnotis setiap mata yang melihatnya,” ujarnya.

 

Selain itu, Dipika menilai signature kuat dari setiap karya Antonius dari dulu hingga saat ini adalah memunculkan beragam bentuk wajah dengan mimik dan karakter masing-masing yang sangat unik.

 

Sementara itu, kritikus seni dari Jakarta Agus Dermawan T. mengatakan wajah-wajah yang dilukiskan Antonius merupakan perlambang dari beragamnya kepribadian manusia yang dia jumpai di setiap perjalanan seni dan budayanya ke berbagai tempat. “Sketsa wajah-wajah itulah yang menjadi kekuatan Antonius Kho,” tegasnya.

 

Bagi yang belum mengenal sosok Antonius Kho, dia adalah pelukis kontemporer berbakat kelahiran Klaten pada 1958. Dia berhasil menyelesaikan studi seninya di Academy of Fine Art Bandung dan FH Cologne, Jerman.

 

Saat ini, dia lebih banyak berkarya di balik studionya yang berlokasi di Ubud, Bali. Karya-karyanya telah mengantarkan dirinya ke berbagai pameran seni dan budaya di Asia dan Afrika. Dia juga meraih penghargaan 1st Prize di Mask in Venice Italia dan Malen auf Liegestuehien Jerman.

 

“Berkarya, apapun itu bentuknya, haruslah jujur terhadap diri sendiri, karena kejujuran itu nantinya akan terpancar dalam setiap karya kita. Perjalanan dan pengalaman jangan lantas membuat kita lupa jati diri, tetapi kita harus menjaga kualitas dan ciri khas untuk membuat karya kita dikenang dan diapresiasi,” kata Antonius.

 

Tag : pameran seni
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top