Hai Ibu, Bijaklah Pilah Informasi Gizi dari Internet

Maklum, berdasarkan data paling baru yang dikeluarkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2016, pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta jiwa atau sebesar 51,8% dari total populasi.
Asteria Desi Kartika Sari | 07 Februari 2018 18:59 WIB
Internet - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Internet kini telah jadi salah satu referensi bagi siapa saja dalam mencari informasi, termasuk soal kesehatan.

Namun, para orang tua dianjurkan untuk berhati-hati dan ebih bijak, atau tak mentah-mentah merima informasi yang beredar di Internet terkait dengan gizi anak.

Maklum, berdasarkan data paling baru yang dikeluarkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2016, pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta jiwa atau sebesar 51,8% dari total populasi.

Apalagi, mencari informasi online begitu sangat mudahnya. Media sosial beserta para influencer juga menjadi faktor pertimbangan seseorang dalam mengambil keputusan, termasuk dalam hal mengasuh anak.

Namun, ibu harus lebih bijak dalam memilih informasi yang diterima untuk menghindari kesalahpahaman, terutama dalam memberikan nutrisi yang tepat untuk bayi.

Dokter Melanie Yudiana Iskandar mengatakan, seringkali pasien datang untuk menanyakan tren pengasuhan tertentu yang dilihat di media sosial.

“Setiap anak berbeda-beda, tetapi dalam menyiapkan nutrisi atau makanan pendamping ASI, ibu harus selektif tentang informasi yang mereka dapat,” kata Melanie melalui kererangan resmi, Rabu (7/2/2018).

Dia mengatakan nutrisi yang diberikan saat periode emas, yaitu 1.000 hari pertama kehidupan akan mempengaruhi perkembangan anak di sepanjang hidupnya, dari postur tubuh hingga perkembangan kognitif anak.

“Inilah mengapa mempersiapkan makanan pendamping ASI yang baik dengan nutrisi yang tepat sangatlah penting bagi tumbuh kembang anak,” katanya.

Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) selama periode pertumbuhan penting untuk perkembangan otak anak-anak. Menurut Melanie, MPASI yang baik adalah yang mengandung karbohidrat, protein hewani dan lemak dengan kepadatan serta volume yang tepat.

Dia menilai banyak ibu yang salah kaprah pemberian MPASI setelah usia 6 bulan hanya terdiri dari buah dan sayur saja. Padahal anak juga membutuhkan asupan kalori.

“Sebenarnya buah adalah penghambat penyerapan zat besi—zat yang sangat dibutuhkan anak pada periode emas untuk mencegah anemia dan pembentukan sinaps-sinaps otak.”

Seiring dengan bertambahnya usia bayi, kandungan zat besi pada ASI sang ibu berkurang, ditambah lagi buah dan sayur tanpa karbohidrat, makin lama si anak ini makin kekurangan zat besi.

“Karenanya harus ada karbohidrat, seperti tepung beras, tepung, kentang, lalu jangan lupa tambahkan protein hewani dan lemak baik pada MPASI.”

Tag : gizi
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top