Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INFOGRAFIK: Fakta Aritmia atau Jantung Berdebar

Secara garis besar aritmia terdiri dari dua kelompok besar, yaitu bradiaritmia atau laju jantung terlalu lambat (kurang dari 60 kali per menit) dan takiaritmia yakni laju jatung yang terlalu cepat atau melebih dari 100 kpm.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 24 Januari 2018  |  17:34 WIB
Gejala jantung4 - boldsky.com
Gejala jantung4 - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA — Jantung bekerja terus menerus karena otomatisitas sistem listrik. Sistem listrik jantung terdiri dari generator listrik alamiah yaitu nodus sinoatrial dan jaringan konduksi listrik dari atrium ke ventrikel.

Apabila kondisi tersebut mengalami gangguan, itulah yang dinamakan Aritmia. Berdebar adalah gejala tersering aritmia, tetapi gejala aritmia cukup luas mulai dari berdebar, keleyengan, pingsan, stroke bahkan kematian mendadak. Akan tetapi aritmia tidak sepopuler penyakit jantung koroner atau sindrom.

Dicky Armein Hanafy, Ketua Indonesian Heart Rhythm Society Meeting (InaHRS) mengatakan, setidaknya 41% pasien yang mengeluh berdebar terbukti memiliki aritmia.

Secara garis besar aritmia terdiri dari dua kelompok besar, yaitu bradiaritmia atau laju jantung terlalu lambat (kurang dari 60 kali per menit) dan takiaritmia yakni laju jatung yang terlalu cepat atau melebih dari 100 kpm.

Untuk mengetahui mekanisme aritmia, katanya, memang membutuhkan pengetahuan mengenai mekanisme pembentukan dan konduksi listrik miokard dalam keadaan normal. Pada umumnya aritmia harus diterapi untuk mencegah kondisi yang lebih buruk.

Untuk mendiagnosis aritmia dapat dilakukan dengan sinyal listrik jantung yang biasa disebut Electrocardiogram (ECG).Salah satu kasus aritmia yang sering terjadi adalah Fibrilasi Atrium (FA). Tidak jarang, Stoke merupakan manifestasi dari FA.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit jantung
Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top