Pangsa Pasar Film Nasional Diproyeksi Tumbuh 5% Tahun Ini

Badan Perfilman Indonesia (BPI) memproyeksikan industri perfilman nasional terus tumbuh pada tahun ini, bahkan dapat mencapai pangsa pasar hingga 40% dari total perfilman yang beredar di dalam negeri, atau tumbuh 5% dari pangsa pasar tahun lalu.
Deandra Syarizka | 07 Februari 2018 07:07 WIB
Ilustrasi film - Dribbble

Bisnis.com, JAKARTA—Badan Perfilman Indonesia (BPI) memproyeksikan industri perfilman nasional terus tumbuh pada tahun ini, bahkan dapat mencapai pangsa pasar hingga 40% dari total perfilman yang beredar di dalam negeri, atau tumbuh 5% dari pangsa pasar tahun lalu.

Ketua BPI Chand Parwez Servia mengatakan, telah terjadi peningkatan jumlah penonton yang sangat signifikan selama dua tahun terakhir. Tren peningkatan itu diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun ini mengingat ekosistem peredaran film Indonesia yang dianggap cukup sehat.

“Ekosistem peredaran film kita kan pertama bioskop sebagai eksibitor, produser sebagai penyedia konten, pemerintah sebagai regulator dan yang paling penting penonton. Nah, sekarang penonton sudah mulai merasa film Indonesia menjadi lebih baik secara kualitas sehingga minat menonton film meningkat,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (06/02).

Dia menjelaskan, pada tahun 2017 jumlah penonton Indonesia menembus angka 42,7 juta jiwa di mana film Indonesia merebut pangsa pasar sebesar 35% dari jumlah tersebut. Realisasi ini meningkat dari capaian tahun 2016, di mana jumlah penonton total tercatat sebesar 37,2 juta jiwa, dengan film Indonesia berhasil meraih pangsa pasar sebesar 32%.

Secara global, menurutnya pencapaian tersebut menempatkan Indonesia dalam urutan ke-8 di dunia dalam hal eksistensi pencapaian film lokal dibanding film impor dari Amerika Serikat (Hollywood). Adapun peringkat pertama diraih oleh Amerika dan Kanada 93,6%, Jepang 63,1%, China 58,3%, Korea Selatan 53,7%, Turki 53,4%, Argentina 37,2% dan Perancis 35,8%.

Parwez mengatakan, optimismenya terhadap kebangkitan film Indonesia pada tahun ini cukup beralasan. Pasalnya, pangsa pasar untuk film Indonesia memang menunjukkan tren peningkatan terlepas dari jumlah film yang beredar. Di awal tahun ini saja, film Dilan 1990 telah meraih 3,7 juta penonton.

“Menariknya, pengurangan jumlah judul film beredar pada 2017 dibandingkan 2016 malah memberikan peningkatan penonton sebesar 15%,” tambah dia.

Dia menjelaskan, jumlah film beredar di sepanjang 2017 adalah 119 judul film, di mana 11 judul di antaranya berkontribusi menyumbang penonton lebih dari 1 juta, seperti Pengabdi Setan yang menyumbang 4,2 juta penonton, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 2 sebesar 4 juta penonton, dan Ayat-Ayat Cinta 2 yang menjangkau total 2,83 juta penonton.

Sementara jumlah film yang beredar pada 2016 adalah 124 judul film, di mana 10 judul di antaranya menyumbang lebih dari 1 juta penonton. Sejumlah film yang sukses di antaranya Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 sebesar 6,8 juta penonton, Ada Apa Dengan Cinta 2 sebanyak 3,6 juta, dan My Stupid Boss sebanyak 3 juta penonton.

“Ini akan memberikan efek domino. Kalau minat menonton film Indonesia meningkat seperti sekarang, artinya eksebitor akan mulai melirik ke pasar-pasar yang belum ada bioskopnya. Persoalan pembangunan bioskop yang masih terkonsentrasi di kota besar akan terurai,” jelasnya.

Tag : perfilman
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top